Sabtu, 15 Agustus 2015

Mau Tangkap Koruptor? Dimulai dari Pelaksanaan Pilkada

SURABAYA, KABARKALTIM.CO.ID-Fenomena calon kepala daerah tunggal, menjadi perbincangan hangat di berbagai kalangan masyarakat. Salah satunya seperti calon kepala daerah di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Terdapat calon pasangan tunggal. Fenomena ini mendapat perhatian dari pemerhati hukum, sosial dan politik, Ir Lusiano SH MBA.

Menurut Lusiano, beberapa daerah pendaftar calon kepala daerah tunggal, mungkin ini gambaran munculnya ketaatan hukum kepada pelaksanaan Pilkada karena pesaing merasa akan kalah dengan calon incumbent yang sudah dapat membuktikan hasil kerjanya dan mereka masih dicintai rakyatnya.
“Atas keberhasilan dan juga KPU sudah mempertegas dan mengatakan awas siapa yangg melakukan dan memungut mahar dan memberi mahar dan membeli suara akan ditindak sesuai UU Pilkada adalah pelanggaran berat dan diharamkan karena Pilkada dan Pileg yang dimulai dengan money politic adalah cikal bakalnya korupsi,” urai Lusiano.


“Panwaslu dan penegak hukum pasti akan bertindak tegas menjalankan pengawasan perintah negara dan UU Pilkada serentak 2015 nanti. Kalau mau nangkap calon koruptor bisa dimulai dari pelaksanaan Pilkada atau Pileg pelaku money politic sudah dapat ditangkap dengan azas praduga tak bersalah calon koruptor dan langsung dapat dijadikan terdakwa pelanggaran UU Pilkada di Pilkada serentak 2015 ini,” imbuh dia.
Lusiano menyarankan, anggota Panwaslu diberikan kewenangan yang luas dan perlindungan kalau perlu kekebalan hukum agar benar atau salah yang diinfokan tidak menyebabkan anggota-anggota Panwaslu kena kriminalisasi.

Dengan tegasnya penindakan bagi pelanggaran money politic di Pilkada serentak 2015 juga mengurangi minat pemain yang mengandalkan kekuatan uang dan pemberian dan janji-janji politik dan janji-janji proyek penyebab korupsi.

“Apabila didapat pimpinan daerah yang memenangkan Pilkada dengan money politic, kita tidak dapat pemimpin yang benar berkemampuan memimpin yang sebenarnya untuk kepentingan dan kemakmuran rakyat karena sebenarnya banyak yang jujur berkemapuan dan amanah tapi tak berduit,” kata Lusiano.
“Mudah-mudahan di pilkada serentak 2015 ini adalah awal tegaknya hukum untuk suatu kebenaran yang murni bukan pembenaran dan pementingan kelompok dan pribadi. Semoga Tuhan menolong bangsa kita yang saat dalam kondisi krisis ekonomi akan segera bangkit saat ini hasil tambang migas dan batu bara kita tak bisa terjual dan kita dihimpit dengan terpuruknya rupiah dengan tukar dollar yang semakin meningkat dan pengangguran juga meningkat dari akibat hal tersebut. Mari kita dukung pemerintah supaya kita diberkati Tuhan,” tutup Lusiano. (*/tw)

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More