Kamis, 20 Agustus 2015

Mengenal Lebih Jauh Dr. Abriantinus MA, Calon Wawali Balikpapan dari Jalur Independen

"Balikpapan ini kota transit bagi Kaltim, Kaltara, bahkan seluruh Kalimantan. Sebab itu sudah sepantasnya seni, budaya, termasuk tujuan wisata ditingkatkan.” ~ Dr Abriantinus MA, salah satu calon wakil walikota di Pilkada Balikpapan 2015 ~

KABARKALTIM.co.id, Balikpapan – Kegiatan sosialisasi diri masing-masing pasangan calon walikota dan wakil walikota di Pilkada Serentak Balikpapan pada 9 Desember 2015 mendatang semakin intens dan menyebar ke seluruh pelosok kota. Baik itu dilakukan oleh tim sukses, pasangan calon secara bersama-sama, ataupun secara sendiri-sendiri.


Salah satu pasangan calon walikota dan wakil walikota di Pilkada Balikpapan, Andrian Noor dan Dr Abriantinus MA sudah lebih dulu melakukan itu. Bahkan mereka pun telah lebih dulu mendeklarasikan diri sebagai pasangan calon walikota dan wakil walikota dari jalur independen dan juga lebih awal mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Balikpapan.

KabarKaltim.co.id berkesempatan dan diberi waktu oleh Dr Abriantinus MA untuk sebuah bincang santai mengenai perjalanan hidupnya dan sekaligus memaparkan selintas visi-misi dan program mereka jika kelak masyarakat memberi mandat kepada mereka sebagai walikota dan wakil walikota Balikpapan. Pasangan calon ini ingin membawa kota Balikpapan menjadi lebih bersih, indah, aman, nyaman, ramah lingkungan, semakin maju, dan berkelas dunia.

Namun, bincang KabarKaltim.co.id dengan Dr Abriantinus MA untuk kali ini lebih kepada pengenalan diri dan perjalanan hidup beliau.
Dr Abriantinus MA adalah salah satu tokoh masyarakat suku asli pulau Kalimantan dari Dayak Mayan. Beliau juga berprofesi sebagai seorang pengusaha dan pemilik PT Mandau Pusaka Nansaranui, sekaligus menjabat sebagai Direktur Utama.

Pak Abri, sapaan akrab pria bergelar doktor dan ayah dari satu anak ini, mendirikan perusahaan tersebut sejak tahun 2009 dan berdasar izin dari Kapolri. Perusahaan ini bergerak di bidang usaha jasa pengamanan dan sudah mencetak hampir 1000 tenaga pengamanan. Pak Abri juga menjabat sebagai Ketua Umum Badan Pimpinan Daerah Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia Provinsi Kalimantan Timur. 

Beliau juga dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat Apindo Kalimantan Timur. Juga Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Profesi Security Indonesia (APSI) Kalimantan Timur.
Di bidang sosial, seni-budaya, dan kemasyarakatan, pak Abri mempunyai seabrek jabatan organisasi, antara lain dipercaya sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Adat Dayak Nasional (MADN); Panglima 

Komando Pasukan Adat Dayak Borneo; Ketua I Dewan Adat Dayak DKI Jakarta; Ketua Dewan Pembina Forum Komunikasi Pagayuban Balikpapan; Dewan Pembina Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat Kota Balikpapan; Ketua II Dewan Kesenian Balikpapan; Wakil Ketua PARFI Kota Balikpapan; dan Penasehat Yayasan Kreasi Generasi Kita.

Pak Abri seorang yang berpenampilan rendah hati. Selama hamper 30 tahun beliau telah makan asam garam mengikuti perkembangan kota Balikappan. Beliau telah banyak melakoni berbagai profesi sebelum mencapai puncak karirnya sebagai seorang pengusaha sukses. Bahkan Abriantinus tidak segan menceritakan profesinya dulu sebagai penjual baju di Pasar Klandasan dan loper Koran di kota Balikpapan.

“Sudah banyak usaha yang saya rintis dari nol. Dulu saya loper koran. Ada lima koran yang saya antar. Sebelumnya juga saya jualan baju di Pasar Klandasan,” kenangnya menerawang.

Abriantinus memutuskan untuk menjadi calon wakil walikota Balikpapan karena terpanggil untuk membangun Kota Balikpapan. Pak Abri mengungkapkan, untuk bisa memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kota Balikpapan, dia harus masuk dalam sistem pemerintahan.

Di bidang seni, budaya, dan pariwisata Abriantinus juga memiliki pandangan yang menarik dan kota Balikpapan menurutnya bisa menjadi acuan utama di seluruh Kalimantan.

“Balikpapan ini kota transit bagi Kaltim, Kaltara, bahkan seluruh Kalimantan. Sebab itu sudah sepantasnya seni, budaya, termasuk tujuan wisata ditingkatkan,” ungkapnya.

Pendidikan sekolah perlu ditingkatkan karena pendidikan itu hak seluruh warga negara. Khususnya SMK perlu di perbanyak untuk mencetak tenaga kerja yang andal dan siap pakai. Begitupun sekolah swasta jangan terlalu membebani siswa dengan pendidikan biaya mahal.

Untuk menanggulangi banjir, menurut pak Abri, salah satunya dengan pelebaran parit-parit, benahi tata kota yg baik, dan jangan asal membangun.

Menurutnya lagi, perlu perhatian serius dari pemerintah pada jalan-jalan rusak, seperti pada tanjakan-tanjakan yang sering memakan korban. Karena bagaimanapun pengguna jalan, baik pengendara dan pejalan kaki perlu kenyamanan dan keselamatan. Untuk IMTN (Izin Membuka atau Memanfaatkan Tanah Negara) sebaiknya dihapus karena itu merugikan masyarakat.

“Dan masih sangat banyak masalah di kota Balikpapan ini yang perlu dibenahi,” tutup pak Abri. 

[hamaruddin]
Editor: Max Oroh

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More