Sabtu, 15 Agustus 2015

Tanjakan Maut di Balikpapan, Banyak Korban Berjatuhan

Catatan Ir Lusiano SH MSi
(Advokat, Aktivis Dayak Borneo)
SUDAH banyak korban berjatuhan di jalan ring road sepanjang jalan dari jalan simpang Soekarno Hatta pasar Buton sampai persimpangan di atas tanjakan menuju Syarifuddin Yoes, Kota Balikpapan.
Persimpangan ini salah satu penyebab apabila ada kemacetan di situ kendaraan berat yang ada di belakangnya terhenti kehilangan power, karena persis di tanjakan ditambah lagi dari arah Balikpapan baru arah berlawanan dari perempatan lampu merah Balikpapan ada beberapa tanjakan yang juga menumpu ke simpang Syarifudin Yoes.

Katakanlah itu persimpangan tanjakan dari dua arah menumpuk di sana, ditambah yang dari Syarifuddin Yoes yang menuju ke ring road, kita katakan saja itu simpangan maut, sering terjadi kecelakaan berulang. Bahkan telah banyak menelan korban tanjakan-tanjakan dari lampu merah Balikpapan Baru menuju ke persimpangan maut, dulu pernah punya nama samaran Bukit Mutiara.


Saya beri nama Gunung DPR sekitar di depan perumahan Wika arah Syarifuddin Yoes dan beberapa bukit antara simpangan itu ke lampu merah Balikpapan Baru, pernah jadi pembicaraan hangat para anggota DPRD Kota Balikpapan. Di akhir-akhir masa orde baru untuk dipotong dan direndahkan karena banyak telan korban dan truk yang melintasi gunung itu riskan mundur kehilangan power, begitu rem truknya jungkir ke belakang, karena kemiringannya tidak memenuhi keselamatan jalan raya dalam kota. Makanya pengemudi yang di depannya truk bermuatan hati-hati dan jaga jarak kalau menanjak di gunung itu bisa terlindas.

Pada masa itu saja sudah jadi perbincangan hangat para anggota DPRD saat lalu lintas belum sepadat sekarang yang terealisasi saat itu cuma pemotongan gunung di depan kantor pajak Jalan Ruhui Rahayu, di situ juga dulunya gunung maut kendaraan yang nanjak di saat padat kehilangan power dan melorot mundur.
Mana ahli ilmu jalan raya Dinas Pekerjaam Umum (DPU) dan Dinas Perhubungan. Ayoooo sebenarnya kalau mau diterapkan warga Kota Balikpapapan bisa meminta ke Pemerintah Kota untuk keselamatan tinggal di kota dan minta jalan yang memenuhi keselamatan umum.

Tidak perlu pakai analisa teknis lagi dan tidak perlu pakai study banding lagi, tanjakan-tanjakan maut sepanjang ring road itu secara kasad mata saja sudah sangat berpotensi dengan keselamatan jalan raya dan sudah terjadi kecelakaan mengorbankan rakyat berulang. Apabila tidak menjadi perhatian dan prioritas pemerintah kota akibat kelalaian konstruksi keselamatan jalan raya adalah kesalahan Pemerintah Kota yang tidak peka terhadap penyebab berulang-ulang terjadi kecelakaan.

Apabila akibat kelalaian Pemerintah Kota yang mengakibatkan warganya kecelakaan dapat menggugat penyelenggara pemerintah kota apalagi kalau terjadi berulang kali hal yang sama. Ayoooo mana UU dan Perdanya, lindungi rakyat dan mohon wakil rakyat kita pilih sebagai pejuang aspirasi rakyat. (*)
JIK9

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More