Kamis, 20 Agustus 2015

Ternyata Balikpapan Punya Jago Kungfu Kelas Dunia (chapter 1)

"Handi Prayitno Juara Sanda Dengan Segudang Prestasi"

Kabarkaltim.co.id, Balikpapan - Sosoknya sederhana, Pria berpostur tegap tinggi ini sekilas tak tampak seperti jagoan seperti terlukis dalam film-film action yang marak beredar di layar lebar maupun di layar kaca. Namun siapa sangka, bahwa di balik kesederhanaan itu tersimpan sederet raihan prestasi di bidang olahraga beladiri, baik tingkat daerah hingga internasional.

Handi Prayitno Oei, pria berdarah keturunan Tionghoa ini mulai belajar kungfu (beladiri asal negeri "Tirai Bambu".red) sejak usia 8 tahun di Surabaya sekitar 28 tahun yang lalu, tergabung pada sebuah sasana (baca : club. red) Wushu Lima Naga, Handi mengawali karir prestasinya dengan berlaga pada Kejuaraan Sanda (dulu sanshou) se Jawa Timur kala berusia 16 tahun, yang langsung sukses meraih juara 2 pada saat itu. Lalu sukses menjadi yang terbaik di tahun-tahun berikutnya pada ajang yang sama.

Pria kelahiran 30 April 36 tahun silam ini berdomisili di Balikpapan sejak 2001, saat itu karena tuntutan ekonomi yang mengharuskannya merantau untuk berjuang melanjutkan hidup dengan bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan kecil di Balikpapan.

Perpindahannya dari Surabaya ke Bumi Borneo ini bukan berarti terhentinya langkah prestasi Handi di bidang olahraga wushu, bak gayung bersambut, Handi bersua dengan seorang master beladiri yang menjadi "Bapak" segala beladiri di Balikpapan yaitu dr. Alex yang tinggal di kawasan Jl. Martadinata. Dari sinilah Handi melanjutkan kisah prestasinya.

Coba simak deretan prestasi yang pernah disandang Handi :
1. Medali perunggu Kejurnas Sanda 2001 di Jogjakarta ,
2. Medali perunggu Kejurnas Sanda 2002 di Semarang,
3. Medali perunggu Kejurnas Pra PON Sanda 2003 di Medan,
4. Medali Perak Seleksi nasional Sea Games Vietnam 2003,
5. Medali Perak nomor Sanda PON 2004, Palembang,
6. Medali perak Kejurnas Sanda 2005 di Medan,
7. Medali emas, Kejurnas Open Sanda 2005, Balikpapan,
8. Medali perak Kejurnas Sanda 2006 di Semarang,
9. Medali emas PORPROV III, 2006 Kutai Kertanegara,
10. Medali emas, Kejurnas + Seleknas Sanda 2006, Surabaya,
11. Pelatnas Sanda 2007, Jakarta,
12. Medali emas Kejuaraan invitation dunia 2007 , Jakarta.
13. Medali perunggu, Beijing Open Sanda 2007, Beijing China
14. Medali perak Sea Games XXIV, 2007, Thailand,
15. Medali perunggu PON 2008, Kalimantan Timur.

Dan masih banyak lagi prestasi open yang tak terhitung jumlahnya.

Handi kini memang tak lagi terjun sebagai atlit di atas matras, namun dedikasi dan pengabdiannya pada Wushu Sanda yang telah mampu membesarkan namanya ditunjukkannya dengan kiprah dan kesibukannya kini mengelola sebuah camp beladiri di bilangan Markoni Balikpapan.  Camp bertajuk "Balikpapan Fighting Camp" ini dikelolanya sejak setahun terakhir, setelah sebelumnya Handi aktif malang melintang sebagai Personal Training di beberapa tempat latihan di Balikpapan.

Suami dari Elyani ini kini dikaruniai dua orang putera, dan tinggal dengan bersahaja di daerah Martadinata, bahkan saking cintanya sama Sanda Wushu, halaman rumahnyapun di sulapnya menjadi sasana latihan.

(bersambung) klick di sini

(jp)



0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More