Sabtu, 24 Oktober 2015

SELAMAT PAGI INDONESIA

CATATAN  AGUS BEI (INISIATOR MANGROVE CENTER BALIKPAPAN)


PERBINCANGAN  asap di pelosok negeri ini membawa kepedihan yang amat mendalam, berbagai cara sudah dilakukan dengan upaya memadamkan api, semakin besar makanan kayu kering semakin luas mulut api merayap semakin panas sehingga tak ada asap kalau tak ada apinya, sumbernya adalah tentunya bisa terjadi karena kondisi alam yang sudah tidak ada keseimbangan karena ulah tangan manusia terhadap lingkungannya terus meningkat dalam tindakan-tindakan merusak keseimbangan interaksi antar elemen-elemennya. Terkadang terlalu berlebihan, terkadang juga terlalu meremehkan.

 Bencana selalu menimbulkan kerugian yang amat dalam ,semua orang pasti setuju dengan pendapat ini,ada yang berpendapat ini adalah dampak sebab dan akibat jika engkau merusak pasti dapat akibat dari kerusakan, mungkin juga betul menurut para ilmuwan yang juga mengamini, sedemikian parahkah alam ini dan lingkungannya, kitalah yang bisa menjawab rusak atau tidak.


Sekarang tidak bisa hanya bisa menyalahkan siapa-siapa mungkin saja juga benar, mungkin saja juga tidak, belajar dari pengalaman ini mari sobat,saudaraku sebangsa setanah air,mungkin kita juga lupa bahwa Siapakah yang dapat menurunkan Air dari langit "Allah dalam Firman-Nya surat An-Naml ayat 60.

"Atau siapakah yang menciptakan langit, bumi dan isi yang berada di dalamnya, dan yang menurunkan air hujan dari langit untukmu lalu dengan sebab air hujan ia menumbuhkan kebun-kebun yang berpemandangan indah, yang kamu sendiri sekali-kali tidak mampu menumbuhkan pohon-pohonnya". 

 Kita menyadari betapa pentingnya menjaga Lingkungan ini agar keseimbangan dan kestabilan harmonisasi antara makhluk hidup satu dengan makhluk hidup lainnya terjadi kedinamisan ,manusia butuh pohon untuk dapat melindungi dari bahaya ancaman angin banjir dan O2, dan pohon butuh matahari untuk dapat memasak buahnya, pada pokoknya mahluq hidup saling dibutuhkan oleh sesamanya dan saling ketergantungan dengan makhluk lainnya. 

Sahabat serta saudaraku mungkin tulisan ini ,tidak banyak berbeda daricerita-cerita seorang ahlinya ,saya bukan siapa-siapa yang tidak dapat berbuat banyak untuk bangsa tercinta ini,saya hanya mampu dengan akal sehat saja, jika tidak dimulai dari diri kita yang memulai dan melestarikannya siapakah yang akan kita tunggu, menunggu seperti asap yang menimpa saat ini ke penjuru negeri yang banyak meratap setiap hari menanti kapan asap kan pergi?

Gambar ini adalah potret negeri yang saat ini memberikan nuansa betapa bersahabatnya kita di sore hari, matahari mulai menyampaikan salam sampai bertemu di esok pagi dengan Salam "Selamat pagi Indonesia " jika pagi ini cerah mudah-mudahan salam dari kami anak negeri dengan segala krendahan hati dan maaf. (*)

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More