Selasa, 10 November 2015

"Nenang Wilayah Republik Pertama di Kalimantan Timur"


PENAJAM, KABARKALTIM.CO.ID-Peringatan Hari Pahlawan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Kalimantan Timur, juga dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten melaunching buku sejarah Kabupaten PPU. Launching ini langsung dilakukan Wakil Bupati PPU, Mustaqim MZ, di Kantor Bupati, Selasa 10 November 2015
 
Buku yang ditulis oleh jurnalis senior, almarhum Sofyan Asnawie ini berjudul “Nenang Wilayah Republik Pertama di Kalimantan Timur”. Buku setebal 110 halaman tersebut selanjutnya akan didistribusikan kepada masyarakat PPU, khususnya pada perpustakaan-perpustakaan yang ada. Sekelumit kisah sejarahnya konon tahun 1945 perjuangan untuk mencapai kemerdekaan terus berlanjut. Hal ini diyakini masyarakat karena di Balikpapan waktu itu terjadi gejolak perebutan lahan minyak (sekarang Pertamina Balikpapan) antara pejuang kemerdekaan Indonesia dengan Belanda.

Nah, untuk menyelamatkan warga sipil, maka dua tokoh agama dan tokoh masyarakat yang bernama Bahrunsuk dan Dode membawa warga sipil bersembunyi ke tempat yang aman. Dalam perjuangnnya, Dode tidak berjuang sendiri.

Selain Bahrusuk, ia juga ditemani oleh sembilan pemuda, Telogir, Pelin Tui, Besai, Bap, Song Hui, Brebow, Tengga, Bunyat, dan Rendra hingga sampailah para pemuda ini mendengar bahwa Indonesia merdeka dan mengibarkan bendera merah putih di Nenang, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Di sinilah pengibaran bendera merah putih pertama kalinya Indonesia merdeka ditancapkan di Nenang.

Kemudian Sangasanga yang dulunya kerajaan Sadurangas Paser, mungkin beda jam saja dengan pengibaran bendera di Sangasanga," cerita Julak Gunteng menantu Dode saat ditemui Didampingi istri, Saidaniyah, ia juga menceritakan pengibaran bendera merah putih itu dilakukan Senin, Tahun 1945. Gunteng juga mengaku sempat didatangi anggota TNI hanya meminta bendera merah putih.

Namun, bendera yang diminta sudah hilang hingga Tahun 1971. Pemerintah RI memberikan piagam penghargaan dan uang sebesar seribu rupiah. "Penghargaan ini dari Pak Menteri Dalam Negeri Amir Machmud pada 10 November 1971," tutur Gunteng yang mengisahkan riwayatnya itu.      

Diterbitkannya buku ini, agar bisa mengungkap fakta sejarah bahwa ada sebuah daerah tingkat kampung dan desa di Kabupaten PPU yang bernama Nenang berkontribusi dan menoreh sejarah dalam menegakkan Proklamasi 17Aagustus 1945 Republik Indonesia, “ ungkap Mustaqim. (sumber syamsuri yusuf warga Penajam Paser Utara)

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More