Sabtu, 14 November 2015

Taman Komik Nusantara : Spirit Kepahlawanan dalam Bhinneka Tunggal Ika


REPORTASE : TIM KABAR INDONESIA

TAMAN Komik Nusantara telah sukses menggelar kegiatan besar Temu Sambung Rasa bertema “Spirit Kepahlawanan dalam Bhinneka Tunggal Ika” pada Sabtu, 14 November 2015 di Museum Nasional Jakarta, yang diikuti sekitar 200 peserta pelajar muda. Taman Komik Nusantara menyuguhkan serangkaian kegiatan berupa Dialog Kebangsaan, Workshop Pencak Silat, Pentas Seni, Festival Komik Budaya Nusantara dan Cerdas Cermat Heuristik.Sungguh hari istimewa ketika makna pendidikan hadir dalam bentuk gerakan sadar budaya di level publik secara terbuka sehingga masyarakat memandang bahwa pendidikan berbasis kebudayaan juga bisa diciptakan di museum sebagai rumah budaya dan penjaga aset bangsa yang bersejarah. Kegiatan ini bekerja sama dengan para pelajar di wilayah Bekasi dan Jakarta serta pihak Museum Nasional.
   
Komunitas yang menggerakkan anak muda dalam pembuatan komik kreatif ini memperingati Hari Pahlawan bertema “Spirit Kepahlawanan dalam Bhinneka Tunggal Ika” dengan semangat juang berupaya melestarikan budaya Nusantara dan menciptakan taman belajar yang menyenangkan dan humanis sesuai Tut Wuri Handayani. 

Kegiatan ini dibuka dengan “Dialog Kebangsaan” dari narasumber yang kompeten menarasikan tentang sejarah Pencak Silat sebagai salah satu bentuk seni budaya yang memiliki kontribusi sejarah dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Narasumber yang bersedia memberi materi dialog interaktif sekaligus workshop Pencak Silat adalah M Walid dan Galih Iman yang memiliki dedikasi dalam upaya pelestarian seni budaya Pencak Silat. 

Acara diselingi dengan pentas seni yang menghadirkan dinyanyikannya lagu Gugur Bunga dan Pantang Mundur diiringi permainan biola dari Imanuel Sandi Hamonangan serta disuguhkan pula tarian daerah dari Jawa Barat. Setelah itu ditampilkan festival pembuatan komik yang bertema “Pahlawan Masa Kini dan Lingkungan” dan mengapresiasi karya di depan umum serta ditutup dengan Lomba Cerdas Cermat Heuristik yang melibatkan sebagian peserta kegiatan. Dari seluruh rangkaian kegiatan tersebut diharapkan para pelajar muda memiliki wawasan kebangsaan, meneladani perjuangan tokoh pahlawan pendidikan bangsa di masa lampau dan mencintai sejarah serta seni budaya Nusantara yang luhur dan beraneka ragam (Bhinneka Tunggal Ika).


Taman Komik Nusantara yang didirikan oleh Endah Priyati dan bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2015 ini memiliki visi merawat budaya Nusantara melalui komik kreatif anak bangsa, pada hakikatnya sejalan dengan tujuan utama pendidikan. Tujuan utama dari pendidikan adalah memanusiakan manusia atau membangun karakter seseorang menjadi baik dan positif. Di dalam pendidikan diperlukan media untuk mempermudah penyampaian pesan yang akan ditransferkan kepada anak-anak. Salah satu media yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran adalah komik. Kata komik sebenarnya berasal dari bahasa Inggris “comic” yang berarti segala sesuatu yang lucu serta bersifat menghibur.  

Komik merupakan media pembelajaran yang sangat potensial. Aspek visual merupakan salah satu yang ditawarkan oleh komik. Berbeda dengan televisi yang lebih memaksa mata dan telinga, komik mendorong kita untuk mengoptimalkan mata untuk mencermati panel-panel dan teks yang disertakan. Kebanyakan orang merupakan pebelajar visual yang mengasosiasikan kepingan informasi dengan imaji tertentu. 


Jadi, komik dapat digunakan untuk menolong khususnya anak-anak dalam pembelajaran pada hampir seluruh topik. Dengan demikian festival pembuatan komik diharapkan dapat memberi kontribusi positif dalam menumbuhkan rasa cinta pada budaya Nusantara, seperti gambar wayang yang menampilkan tokoh-tokoh Punakawan. Dalam kegiatan Cerdas Cermat Heuristik ini diikuti oleh sekitar 28 peserta kemudian dibagi menjadi beberapa kelompok. Tiap-tiap kelompok ada yang menamakan kelompok mereka seperti Semar, Petruk, Arjuna, Srikandi, Gatotkaca, Bima, Yudistira, dan sebagainya. Pembagian kelompok ini dimaksudkan agar mereka punya kemampuan untuk berbagi gagasan dan piawai bekerjasama dalam sebuah tim. Setelah sketsa selesai digambar mereka mewarnai secara bersama-sama dan dipublikasikan di depan umum. Pemenang dari festival pembuatan komik ini diberikan hadiah berupa piala dan beberapa hadiah menarik dari Museum Nasional. (*)




0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More