Sabtu, 25 Juni 2016

Ganjar : Masyarakat Mesti "Titen"

SEMARANG.KABARJATENG.CO.ID - Ganjar Pranowo, orang nomor 1 Jawa Tengah ini menghimbau kepada segenap masyarakat luas, untuk pentingnya pelatihan tanggap bencana, khususnya masyarakat yang bermukim di area rawan bencana. Hal tersebut perlu ditekankan guna mengurangi resiko bencana dan antisipasi dini datangnya bencana.

"Kami dorong masyarakat tanggap bencana, mereka dilatih ilmu titen, misalnya mendung tebal dan hujan deras maka mereka harus bagaimana, kalau terjadi bencana larinya ke mana," paparnya di Semarang, Jumat (24/6)
Masyarakat, terutama yang tinggal di daerah rawan bencana tanah longsor sudah seharusnya mengerti dan memahami gejala-gejala awal munculnya bencana itu, seperti adanya hujan yang terus menerus dan intensitas tinggi, munculnya retakan tanah, tanaman tiba-tiba miring, jendela atau pintu rumah susah dibuka, ataupun tiang rumah menjadi miring, dan lain-lain.

"Namun demikian, warga masih menggampangkan mengenai latihan tanggap bencana sehingga sekarang kami harus sosialisasikan tanggap bencana," ujarnya.

Ganjar juga menginstruksikan kepada jajaran instansi terkait agar segera melakukan perencanaan pascabencana yang berupa tidak hanya perencanaan rehabilitasi yang bersifat fisik tapi juga administratif.

"Masyarakat korban bencana yang kehilangan surat-surat penting seperti surat nikah, KTP, ijazah, akta kelahiran, dan masuk kewenangan pemerintah kabupaten cepat dibantu serta dipermudah," lanjutnya.

Ganjar juga mengimbau perusahaan-perusahaan yang ada di Jateng untuk berpartisipasi membantu masyarakat yang terdampak bencana alam, dengan istilah "dikeroyok", sehingga penanganan korban bencana bisa tertangani dengan baik. (jp)

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More