Sabtu, 25 Juni 2016

Jawa Timur Siap Sambut Arus Mudik

SURABAYA.KABARJATIM.CO.ID -Lebaran tinggal menghitung hari, hiruk pikuk masyarakat terkait hal itu nampak sudah. Tak terkecuali kegiatan mudik pulang ke kampung halaman mulai terasa ramai dan menyibukkan. Tidak hanya antar kota antar propinsi saja, pun demikian antar pulau menyeberangi lautan.

Terkait hal tersebut, pemerintah terus berbenah meningkatkan mutu pelayanan fasilitas, demi kenyamanan dan keamanan serta kelancaran para pemudik.

Termasuk di Jawa Timur, bahkan dalam rangka memaksimalkan progres perbaikan fasilitas dan peningkatan pelayanan, semua pihak terkait ditegaskan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Akhmad Sukardi melarang seluruh pegawai Dinas Perhubungan mengambil cuti dan libur Lebaran tahun ini.
Hal ini sebagai bentuk pengabdian aparat negara kepada masyarakat yang luar biasa. "Seluruh pegawai dan jajaran Dinas Perhubungan tidak boleh mengambil cuti karena harus memberikan yang terbaik bagi masyarakat," ujarnya.

"Di saat orang lain sedang berkumpul dan bersilaturahim dengan keluarganya, tapi petugas Dinas Perhubungan harus mengatur arus lalu lintas agar tidak macet. Ini adalah perjuangan luar biasa," ucapnya.

Penegasan Sekda tersebut diiyakan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi yang memang menyampaikan agar PNS tidak mengambil cuti usai libur Hari Raya Idul Fitri agar pelayanan publik berjalan maksimal.

"PNS telah mendapat libur yang cukup panjang yakni selama delapan hari pada 3-10 Juli 2016, termasuk empat hari cuti bersama. Kami mengimbau kepada seluruh PNS tidak ambil jatah cuti tahunan, yang digabungkan dengan cuti bersama Lebaran," katanya saat berada di Banyuwangi akhir pekan ini.

"Saya meminta kepada pejabat pembina kepegawaian untuk tidak memberikan cuti kepada PNS yang pekerjaannya berhubungan langsung dengan pelayanan publik. Ini semua agar masyarakat tetap bisa mendapatkan pelayanan prima," kata menteri.

Termasuk di antaranya adalah persiapan penunjang, Pemerintah menyiapkan alat berat seperti buldoser, wheel loader, excavator dan lain-lainj di titik-titik tertentu. "Kami menyiagakan alat-alat berat di beberapa titik untuk membantu kelancaran arus mudik selama 24 jam, khususnya di daerah rawan bencana tanah longsor dan banjir," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur Supaad.

Alat-alat berat tersebut disediakan di 12 daerah yaitu Surabaya, Jember, Malang, Mojokerto, Bangkalan, Pamekasan, Probolinggo, Banyuwangi, Kediri, Pacitan, Madiun dan Bojonegoro.

Pemprov Jawa Timur juga memetakan titik lokasi rawan kemacetan, ada 12 titik lokasi rawan kemacetan dan meminta pengendara mewaspadainya dengan mencari jalur alternatif yang sudah disiapkan. "Kami tetap membahas dan bersinergi untuk mengantisipasi kemacetan yang akan terjadi, terlebih ini merupakan kejadian setiap tahunnya," kata Supaad.

Lebih lanjut Supaad menjelaskan, ke-12 lokasi rawan macet ini menyebar diberbagai wilayah Jatim, baik di jalur Madura, jalur tengah dan timur. Sejumlah lokasi di Madura yang menjadi langganan macet adalah di Pasar Tanah Merah dan Pasar Blegah, Kabupaten Bangkalan.‎ Di Sidoarjo, lokasi rawan macet berada di simpang Medaeng-Kletek Sidoarjo, kemudian di Malang Raya antara lain di kawasan Pandaan-Purwosari-Lawang-Singosari-Malang hingga Kepanjen. "Di daerah Karanglo, Kota Batu, juga rawan terjadi macet. Apalagi saat usai salat Id, biasanya kunjungan ke objek-objek wisata yang menjadi sasaran kunjungan," tuturnya.

Di jalur Pasuruan hingga Probolinggo juga terdapat titik rawan, yaitu di Nguling dan Pasar Ranuyoso, sedangkan jalur Surabaya sampai Tuban, daerah rawan macet terjadi di perempatan Duduk Sampeyan dan Pasar Babat.

"Kalau di jalur Pantai Utara Jatim, tidak ada lokasi rawan kemacetan yang perlu diwaspadai," katanya.

Kemudian dari Jombang hingga Ngawi, lanjut dia, jalur ini yang harus diwaspadai karena banyak titik rawan kemacetan yang cukup panjang.

"Jalur yang rawan macet itu yakni simpang 4 Kenanten, simpang 3 Mengkreng dan jalur Guyangan-Bagor-Saradan-Caruban," imbuhnya.

Sebagai salah satu alternatif, pengendara dari Surabaya ke Ngawi diimbau menggunakan jalur Surabaya-Gresik-Lamongan-Bojonegoro-Ngawi.

Sementara itu, khusus di jalan nasional sepanjang 90 kilometer mulai dari Mengkreng, Kediri hingga Jarakan, Trenggalek, mulai diperbaiki dan ditarget selesai maksimal H-7 Lebaran.

Sementara itu, pada jalur lintas provinsi, terutama di Ngawi-Solo, Polres Ngawi membangun tempat istirahat atau "rest area" yang dapat digunakan untuk beristirahat oleh para pemudik. "Lokasi posko/tempat istirahat berada di kawasan hutan jati milik Perum Perhutani KPH Ngawi, tepatnya di Desa Karangbanyu, Kecamatan Widodaren, Ngawi," kata Kapolres Ngawi AKBP Suryo Sudarmadi.

Menurut dia, keberadaan posko istirahat di jalur Ngawi-Solo sangat penting karena jalur tersebut cukup padat dan atas pertimbangan faktor psikologi para pengguna jalan, terlebih pengemudi yang biasanya mengalami puncak kejenuhan saat berkendara. Di posko tersebut, pemudik bisa menggunakan sejumlah fasilitas pendukung, seperti tempat salat, kantin, area bermain anak, toilet, tempat untuk tiduran, dan fasilitas pijat.

Nantinya, kata dia, posko istirahat dibangun di sisi kiri jalan, dengan asumsi menyambut para pemudik dari arah barat Ngawi seperti dari daerah Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta.

"Tempat istirahat di lokasi itu akan disediakan mulai H-7 hingga H+7 masa angkutan lebaran berlangsung," katanya.

Upaya mengantisipasi kecelakaan itu didukung Kapolda Jatim Irjen Pol Anton Setiadji yang  meminta pemudik beristirahat sejenak di Tuban dan Ngawi.
  
"Pemudik dari bagian barat kalau masuk Jatim dalam kondisi mengantuk, dipersilakan istirahat dulu, bisa di Ngawi atau Tuban di posko yang telah disiapkan," katanya.
"Kami sudah menggelar rapat di Jakarta dalam pengamanan arus mudik di sepanjang jalur Jawa Barat, Jawa Tengah, pada Lebaran tahun ini," katanya.
  
Ia menilai di sepanjang jalan raya yang dilalui pemudik mulai Jawa Barat, Jawa Tengah sampai Jawa Timur, dalam kondisi normal, meski masih ada jalan yang "nggronjal-nggronjal" (bergelombang). (jp)



0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More