Jumat, 05 Agustus 2016

Kebijakan E-proc Pertamina Aset 5 Kalimantan Dinilai Matikan Pengusaha Lokal


Lusiano : Jangan Hapus Kearifan Lokal, Saya Siap Advokasi
 
Lusiano dan istri
BALIKPAPAN, KABARKALTIM.CO.ID-Aktivis Borneo yang juga ahli bidang perminyakan, Ir Lusiano SH melakukan protes keras terhadap kebijakan pemerintah, terkait pekerjaan pengadaan barang dan jasa di Pertamina EP Aset 5 Kalimantan yang akan dimasukkan semuanya ke dalam sistem E-proc. Banyak kerugian yang akan dialami pengusaha lokal dengan penerapan sistem ini.
Kata Lusiano yang juga advokat ini,  sebelumnya ada perlakuan pekerjaan sampai nilai Rp 1 miliar diberlakukan lelang terbatas di lokal saja, hal itu untuk memberdayakan pengusaha-pengusaha lokal setempat dalam bentuk kearifan lokal di daerah field dimana sumur minyak berada. 
"Apabila ditarik masuk ke dalam sistem E-proc, akan membunuh usaha-usaha lokal di daerah dimana sumber minyak digali. Jika semuanya ditarik dalam sistem e-proc, kita akan dilindas oleh pengusaha-pengusaha besar Jakarta yang telah siap membuat usaha-usaha kelas kecil untuk masul ke tender kecil-kecil hak orang daerah. Yang tadinya ada kebijakan sampai Rp 1 miliar diberlakukan khusus untuk lokal, akan dilibas dan dirampas pengusaha-pengusaha besar luar daerah," seru Lusiano.
Lusiano berpendapat, akibat sistem itu akan terjadi kesenjangan. Dirinya dengan tegas menolak walaupun e-proc merupakan aturan pemerintah. Aturan itu dinilai tidak adil. "Kita buat aturan sendiri untuk kondusivitas daerah," tegasnya. 
Masih kata Lusiano,  PT Pertamina EP Aset 5 Kalimantan diharapkan bertindak adil dengan memberlakukan tender pekerjaan jasa dan pengadaan barang sampai dengan Rp 1 miliar bahkan katanya sampai Rp 2,5 miliar tender lokal terbatas, murni pengusaha daerah. 

"Terkecuali sudah diumumkan 2 kali tidak ada pengusaha daerah yang mampu, baru di-eprockan, itu namanya baru adil," imbuh Lusiano. 
Disebutkan, kebijakan yang sudah diberlakukan di field Pertamina Aset 5 field Tanjung dan field Tarakan, dimohon dicabut dan dimohon untuk kearifan lokal seluruh field Tarakan, Bunyu, Sangatta, Sangasanga, Tanjung dan umummya PT Pertamina Aset 5 diberlakukan kearifan lokal 

"Apabila dipaksakan pengusaha-pengusaha kecil lokal akan mati dan musnah digusur pengusaha besar dari luar daerah yang siap-siap dengan puluhan usaha kecil yang dipersiapkan untuk masuk daerah kami di Kalimantan Borneo," ulasnya
"Pertamina katanya maju dengan rakyat, rakyat itu termasuk kami pengusaha kecil di daerah. Sekali lagi kalau rencana Rp 1-2,5 miliar tetap akan dimasukan e-proc, kita akan habis dan tergusur oleh pengusaha besar yang mengecillkan dan membuat usaha-usaha supaya berkelas K. Mau bukti saya siap ungkap dan bela pengusaha kecil di Pertamina Aset 5 Kalimantan Borneo," kata dia lagi. 
"Ayo teman-teman  se-Kalimantan kita maju menolak Pertamina akan menghapus kearifan lokal dan akan menciptakan kesenjangan sosial. Pertamina harus sadar yang fieldnya semua ada di daerah diharap kebijakan E-proc dipikirkan jangan matikan kami orang daerah di lumbung kami dan jangan jadikan kami penonton. Saya siap advokasi sampai Dirut Pertamina Menteri ESDM, SKK Migas bahkan sampai ke Presiden, karena akan ciptakan kesenjangan sosial dan keceburuan sosial," tutup Lusiano.(*/tw)

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More