Sabtu, 03 September 2016

Cukai Rokok Naik..? Ini Dia Pendapat Anggota DPRD Sulteng

PALU.KABARSULTENG.CO.ID - Meskipun termasuk sebagai golongan perokok, namun sejumlah anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah justru setuju pada wacana akan dinaikkannya cukai rokok. "Ini salah satu cara untuk menekan jumlah perokok di tanah air," ujar Zulfakar Nasir salah seorang anggota Fraksi Demokrat di Palu, Sabtu (3/9).

Zulfakar menanggapi, bahwa perokok di Indonesia rata-rata adalah masyarakat kelas bawah, dan menurutnya rokok merupakan salah satu penghancur ekonomi dan kesehatan masyarakat negara-negara berkembang. "Kalau harga rokok naik, otomatis menekan perokok khususnya dari masyarakat miskin. Tetapi pemerintah harus konsisten dn menjamin tidak ada peredaran rokok dengan harga murah," katanya. 

Pendapat sedikit berbeda terlontar dari Umar Awad Alamri anggota fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Umar setuju dengan kenaikan harga cukai rokok namun pemerintah harus mendorong kenaikan harga tembakau dan cengkeh terlebih dahulu. "Sebelum cukai rokok dinaikkan, naikkan dulu harga bahan baku rokok seperti tembakau dan cengkeh," tuturnya. 

Menurut Umar, dengan dinaikkannya cukui rokok justru memukul harga bahan baku rokok sehingga menyulitkan petani tembakau dan cengkeh. Jadi untuk mengawasi peredaran rokok maka pemerintah harus ketat mengawasi industri rokok sehingga tidak ada lagi industri rokok baru. "Jangan ada impor tembakau supaya harga tembakau dalam negeri baik," katanya. 

Di sisi lain, Ketua Fraksi PKB Aminullah berpendapat bahwa mengurai problem rokok tak jauh beda dengan mengurai kemacetan di Jakarta, karena banyak hal yang melingkupinya. Aminullah setuju jika alasan pemerintah menaikkan harga rokok untuk menambah pendapatan negara dari cukai. namun, jika tujuannya untuk mengurangi jumlah perokok, Aminullah tidak yakin itu bisa tercapai. 

"Narkoba saja tanpa cukai dan harganya yang mahal, tetap saja laris," katanya. Aminullah mengatakan menekan pengonsumsi rokok tidak bisa dilakukan hanya dengan menaikkan harga rokok. "Orang akan tetap merokok karena rokok masih tersedia. Dan ini sumber pendapatan negara yang besar. Lebih besar dari pendapatan tambang emas di Freeport," jelasnya. (pras)

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More