Selasa, 29 November 2016

Introspeksi Nasional, Suyoso Nantra : Masih Banyak Persoalan Penting Bangsa


Suyoso Nantra
BALIKPAPAN, KABARINDONESIA.CO.ID-Menyikapi situasi politik tanah air yang masih memanas, pemerhati sosial politik Suyoso Nantra SSos MM menyerukan semua elemen bangsa untuk melakukan instropeksi diri secara nasional. Pentingnya instropeksi diri nasional itu, untuk saling menghargai, tetap mengedepankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi. 
"Situasi politik secara nasional masih memanas. Jangan sampai hanya menghabiskan energi, dan melupakan atau terabaikan masalah-masalah penting bangsa lainnya. Kita semua, bangsa ini yang rugi. Jangan sampai situasi politik nasional malah membuat rakyat tercerai berai, ekonomi makin sulit," ungkap Suyoso Nantra yang juga penasehat kabarkaltim.co.id, Rabu (30/11/2016). 

"Seperti yang disebut Presiden, yang mayoritas melindungi minoritas, pun yang minoritas menghargai, menghormati mayoritas. Dengan sikap luhur tersebut, kemajemukan bangsa, keberagaman akan terawat. Dan itu tugas kita semua, menjaga dan merawat kemajemukan," imbuh Suyoso Nantra. 

Suyoso mengingatkan, pilkada DKI sebagai barometer politik nasional tanah air, diharapkan dapat berjalan aman, tertib, dimana instrumen-instrumen seperti KPUD, Bawaslu, Panwaslu dan sebagainya dapat bekerja sebagaimana mestinya dengan baik. 
"Sekali lagi, mari introspeksi diri secara nasional. Konflik jangan sampai berkepanjangan, masih banyak persoalan bangs yang penting yang harus dibenahi dengan cepat," seru Suyoso. 
Salah sat persoalan penting itu, menurut Suyoso adalah persoalan perekonomoian, rakyat saat ini masih merasakan ekonomi yang sulit. "Itu (ekonomi) sangat mendasar dan penting. Pemerintah sebagai pengambil kebijakan, harus mengambil langkah-langkah untuk terus melakukan penguatan perekonomian bangsa. Masyarakat butuh lapangan pekerjaan yang luas, perekonomian yang baik demi kesejahteraan," beber dia.
Soal perekonomian, Suyoso mengingatkan, semua elemen bangsa perlu sikap kepedulian, termasuk para pengusaha, tak terkecuali pengusaha etnis Tionghoa yang berusaha di Indonesia, memberikan sikap kepedulian. 
"Sikap kepedulian, merangkul masyarakat, merangkul masyarakat sekitar. Dengan pembauran tersebut, diharapkan ada hubungan baik. Masyarakat bisa juga merasakan dampak kesejahteraan, jangan ada kesan penguasaan ekonomi," tegas Suyoso. (tw) 

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More