Minggu, 30 Juli 2017

Gagasan Presiden, Kampung KB Inovasi menuju Keluarga Berkualitas



Eli Kusnaeli (foto antara)
BALIKPAPAN, KABARINDONESIA.CO.ID- Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kaltim bersama Pemerintah Kota Balikpapan bakal mewujudkan Kampung Keluarga Berencana (KB) pada tujuh titik di enam Kecamatan yang tersebar di Balikpapan. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kaltim Eli Kusnaeli saat saat ditemui di acara media Gathering (29/7/2017) di Mega resto mengatakan, Kampung KB gagasan Presiden Joko Widodo ini adalah inovasi menuju keluarga yang berkualitas, dimulai sejak Februari 2016. Tahun ini, Jokowi menginstruksikan minimal ada 1 Kampung KB dalam satu Kecamatan. 

“Untuk Kalimantan Timur, BKKBN sudah mencanangkan 35 Kampung KB dari target, yakni minimal 103 kampung KB. Untuk Balikpapan sendiri, ada 7 Kampung KB yang terbentuk dari 6 Kecamatan yang tersebar di Balikpapan. Kalau kampung-kampung lain ingin berkembang ya silahkan. Kan minimal 1 Kecamatan 1 Kampung KB. Jadi kalau mau lebih ya boleh,” tambahnya. 


Dalam Kampung KB tersebut, masyarakat akan melakukan program yang terintegrasi dengan seluruh komponen pembangunan untuk mewujudkan Keluarga Kecil bahagia sejahtera dengan diawali pengaturan jumlah keluarga yang diharapkan hanya memiliki dua anak. Hal tersebut dilakukan agar setiap keluarga memiliki kesempatan mendidik, membesarkan anaknya secara baik hingga menjadi sumber daya manusia yang berkualitas dan bermanfaat bagi bangsa Indonesia. 

“Kampung KB ini terbentuk berawal dari keinginan masyarakat dan diawali dengan data bahwa daerah itu memerlukan peningkatan kesejahteraan keluarga yang nantinya akan didukung pemerintah daerah. “Jadi ada tiga hal, dia memiliki data-data bahwa keluarga-keluarga di daerah tersebut butuh dukungan kesejahteraan sehingga mereka minat menjadi sejahtera. Dan fungsi pemerintahan di sini, BKKBN bekerjasama dengan berbagai lintas sektor yang berkaitan dengan pendidikan kesehatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang didukung oleh Pemerintah Kota,” papar Eli. 

Eli menambahkan, kesejahteraan bisa dicapai ketika setiap keluarga mampu menjalankan 8 fungsi keluarga, seperti agama, sosial budaya, kasih sayang, perlindungan, reproduksi, ekonomi, pendidikan, dan pelestarian lingkungan. Jika sebuah keluarga bisa melaksanakan semua fungsi tersebut, maka keluarga itu sudah menjadi keluarga yang bahagia dan sejahtera. (*/are)

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More