Senin, 14 Agustus 2017

Pusat Harus Serius, Rakyat Krayan Minta Restu Menjadi DOB


Catatan :  Ir Lusiano SH MBA


Lusiano (kanan) bersamaMendagri Tjahyo Kumolo
KEDATANGAN Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahyo Kumolo di Tarakan, Senin 14 Agustus 2017 pukul 08.30 Wita dengan Pesawat Garuda, rehat 1 jam di ruang VIP Bandara Juwata Tarakan. Kemudian melanjutkan ke Long Bawan Krayan dalam acara deklarasi daerah otomomi baru (DOB) Krayan dan pembukaan perayaan HUT RI ke-72.

Mendagri  meninjau lubang gunung garam di Krayan di saat isu krisis garam nasional, perlu dikembangkan untuk cadangan nasional, minimal untuk menggarami Kalimantan. Konon garam Krayan ini populer di negara tetangga Sabah dan sudah diakui garam konsumsi manusia terbaik.

Yang lebih diakui negara tetangga, bukan cuma garamnya, Krayan terkenal juga dengan produk beras khas Krayan yang juga populer dan juga lebih diakui di negara tetangga.

Mendagri disambut Gubernur Irianto Lambrie
Pengamatan media ini, ada acara adat penganugerahan gelar adat kepada Mendagri, dihadiri 4.000 sampai 5.000 warga dari 4 kecamatan dan ribuan tamu negara tetangga Sabah, lintas batas dari Malaysia Timur.

Permasalahan besar untuk pengembangan daerah dan pertahanan kedaulatan negara di perbatasan di 4 kecamatan, rakyat Krayan bertekad untuk mendapatkan restu pusat menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB)  secepatnya dan perlu keseriusan Pemerintah Pusat membangun daerah perbatasan sebagai kedaulatan Negara.

Yang utama adalah perhubungan yang jadi masalah utama. Kita jadikan daerah-daerah perbatasan teras depan bukan belakang lagi. Tanpa keseriusan, daerah-daerah akan terisolir dan jadi daerah tertinggal dan terkebelakang dan mata uang pun yang beredar di sana adalah Ringit, dollar Malaysia.

Ayo mikir dan bangkit di usia kemerdekaan RI ke-72 tahun. Kalau mau di tiap daerah yang dianggap masih tertinggal harus ada Deputi Menteri yang bisa ambil kebijakan dan harus diambil benar-benar putra daerah tertinggal. Kalau Jakarta semua, Menteri PDT kurang menggigit sudah wajib jangan ditawar-tawar lagi pembangunan desa.

Orang Dayak Krayan itu banyak yang pintar karena alamnya dan sumber makanan bergizi dan berlimpah beras super no 1 dan dagingnya berlimpah, garamnya super menyehatkan tubuh manusia, tidak pakai dicampur-campur tawas.  

Indoneasia impor garam menggarami lautannya yang sudah tawar. Buat jalan cuma 200 Km ke Krayan buat industri garam sehat di sana, sapi perah bikin pabrik susu, sapi kerbau pedaging bikin pabrik cornet, bikin penanam padi besar-besar. Akses jalan buka ke Malinau cuma 200 Km terhubung sudah keluar, perbayak penduduk pertahanan perbatasan. Tapi rencanakan kelola dengan jujur. Krayan itu perbatasan. (*)

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More