Kamis, 10 Agustus 2017

"Tinggal di Perbatasan Tidak Membuat Nasionalisme Luntur"

H Herman Baco : Kami akan Cetak Rekor Muri Bertepatan 17 Agustus 


H Herman Baco (tengah) menyerukan semangat nasionalisme
SEBATIK, KABARINDONESIA.CO.ID-Tokoh masyarakat Pulau Sebatik, Kalimantan Utara, yang berbatasan langsung dengan Tawau Malaysia, H Herman Baco SE MM, menilai sangat positif program Nawacita Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Presiden Jokowi sangat memperhatikan kawasan perbatasan, pulau terluar maupun daerah tertinggal, agar pembangunannya merata, semua masyarakat merasakan dampak dari pembangunan. 
"Sangat bagus program Pak Jokowi, membangun negara dari pinggiran. Saya masuk ke Sebatik ini tahun 1979, hampir 40 tahun. Saya sampai dibilang orang gila, mau-maunya masuk kawasan terpencil, tidak ada akses dan saat itu bisa dihitung orang yang tinggal di Sebatik. Tapi saya punya niat membangun, sebagaimana pola pikir Jokowi, membangun perbatasan, membangun daerah yang tertinggal," urai Herman ditemui kabarkaltara.co.id, Kamis (10/8/2017) di salah satunya usaha di Sebatik. 

"Tahun 1982 uang saya cuma Rp 2.500, dari situ terus berusaha, tidak menyerah. Niat baik untuk membangun, ridho yang kuasa, sampai saat ini berhasil. Membangun hotel, pertokoan, tempat tinggal dan berbagai usaha lainnya hingga geliat pembangunan hidup di  Sebatik," urai Herman yang juga penasehat Demokrat di Sebatik.
Semangat pantang menyerah Herman Baco tersebut, saat ini membuahkan hasil, pertumbuhan ekonomi menjadi baik dan masyarakat pun merasakan dampak atau hasil-hasil pembangunan. 
 Herman Baco mengajak semua pihak khususnya elemen masyarakat di Sebatik, untuk terus menyuarakan rasa nasionalisme, semangat kebangsaan. "Kendati tinggal di perbatasan, tidak menyurutkan rasa nasionalisme. Nasionalisme jangan luntur, terus benahi dan bangun perbatasan, pulau terluar menjadi gerbang indah bangsa ini," seru Herman Baco. 

Terkait semangat nasionalisme tersebut, tepat peringatan HUT ke-72 kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2017 nanti, Nunukan akan mencatatkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) yakni dengan pasukan pengibar bendera terbanyak, sebanyak 1.475 pengibar dan baju kaos merah putih sebanyak 2.000 untuk masyarakat Sebatik. 

Tokoh-tokoh masyarakat Sebatik yang memotori untuk rekor Muri tersebut. Herman Baco mencetak 1.000 kaos merah putih, H Nuwardi mencetak 1.000 kaos merah putih. "Pencatatan rekor Muri untuk meningkatkan kembali nasionalisme, hingga memakai kaos merah putih untuk masyarakat Sebatik. Acara dipusatkan di Pos AL Sebatik, yang akan dihadiri Menteri Pedesaan dan banyak pejabat lainnya," tutup Herman Baco. (tim kk)

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More