Sabtu, 14 Oktober 2017

Bedah Kasus Siswa Bermasalah, SMAN 3 Makassar Programkan Home Visit


Bedah kasus siswa bermasalah di SMAN 3 Makassar
MAKASSAR, KABARINDONESIA.CO.ID-Program-program unggulan dan menarik terus dijalankan SMAN 3 Makassar, Sulawesi Selatan. Kepala SMAN 3 Makassar Drs Mirdan Midding SPd MPd MM dan jajarannya, selain menerapkan program sekolah ramah anak nasional, juga melakukan program home visit, kunjungan ke rumah orang tua siswa. 

Belum lama ini, Mirdan Midding dan  jajaran guru melakukan bedah kasus siswa bermasalah, dan merencanakan home visit. "Home visit kami terapkan di SMAN 3 Makassar, bentuk kepedulian kami untuk para siswa yang semisal menghadapi permasalahan. Agar ada solusi untuk pemecahan masalah, hubungan tetap baik dan terjaga antara sekolah, siswa dan pihak orang tua," ungkap Mirdan Midding kepada media ini, belum lama ini. 


Untuk informasi pembaca, untuk pengembangan diri siswa secara optimal, diperlukan kerja sama yang baik antara sekolah dengan pihak orang tua siswa. kegiaan ini dimaksudkan untuk membina hubungan silaturahim antara keluarga siswa dengan pihak sekolah. Selain itu supaya pihak sekolah maupun orang tua lebih mudah mengontrol siswa. Bentuk kegiatan yang nyata itu di antaranya dengan mengadakan home visit. Home visit merupakan salah satu program sekolah yang memiliki pengaruh besar dalam melancarkan program-program sekolah.
Rahardjo & Gudnanto (2011: 224) menjelaskan bahwa home visit atau kunjungan rumah adalah metode untuk memahami individu dengan cara konselor mengadakan kunjungan ke rumah orang tua siswa dengan tujuan untuk mengenal dan memahami keadaan siswa di rumah.


Sedangkan Sukardi (2008: 235) menyatakan kunjungan rumah atau home visit adalah metode yang bertujuan mengetahui keadaan siswa di rumah untuk memperoleh berbagai keterangan atau data yang diperoleh dalam pemahaman lingkungan dan permasalahan siswa yang berguna dalam pembahasan dan pemecahan siswa.

Kegiatan kunjungan rumah, dan juga pemanggilan orang tua ke sekolah setidak-tidaknya memiliki tiga tujuan utama, yaitu:
1)      Memperoleh data tambahan tentang permasalah siswa, khususnya yang tersangkut paut dengan keadaan rumah/orang tua.
2)      Menyampaikan permasalah orang tua kepada anaknya
3)      Membangun komitmen orang tua terhadap penanganan anaknya (Prayitno & Amti, 2004).

Sama halnya dengan metode yang lain (wawancara, observasi, dokumentasi) home visit atau kunjungan rumah juga memiliki kelebihan dan kekurangan, antara lain:
Kelebihan:
1)      Memperoleh data khusus yang tidak diperoleh dengan metode yang lain.
2)      Memperoleh komitmen orang tua terhadap pendidikan anaknya, sehingga paradigm pendidikan menjadi tanggung jawab pemerintah (sekolah), keluarga dan masyarakat, bukan sekedar slogan tetapi dapat terealisasi.
3)      Penanganan masalah yang dihadapi siswa. (rahman/net)

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More