Selasa, 16 Januari 2018

Bawaslu Tegas Soal Mahar Politik

JAKARTA, KABARINDONESIA.CO.ID - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pusat akan bertindak tegas terhadap partai politik yang kedapatan meminta mahar dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada). Sikap ini menindaklanjuti maraknya pengakuan sejumlah calon kepala daerah yang mengakui dimintai mahar sebagai syarat dukungan.

Anggota Bawaslu Pusat Mochammad Afifuddin mengatakan persoalan mahar politik tersebut mempunyai konsekuensi hukum yang sangat berat. Ia menegaskan, ketika terbukti partai politik meminta mahar, maka dikenakan sanksi tidak bisa mencalonkan kepala daerah pada pilkada selanjutnya.

"Denda pidananya antara 300 juta sampai dengan 1 miliar," kata Afifuddin Selasa (16/1/2018). Denda tersebut lanjut Afif-sapaan akrabnya, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota, pasal 47 dan pasal 187  b dan c. Selain itu calon yang terbukti memberi mahar bisa didiskualifikasi dan oknum anggota parpol yang menerima imbalan bisa dipidana.

Dalam kasus mahar politik, Bawaslu sendiri telah melayangkan surat pemanggilan terhadap La Nyalla Mattalitti, calon gubernur Jatim yang mengumbar pernyataan ke media kalau dirinya dimintai mahar politik oleh Partai Gerindra sebesar Rp40 miliar. Namun jadwal klarifikasi yang dijadwalkan Senin (15/1/2018) lalu tidak jadi dengan alasan La Nyalla tidak hadir. Untuk itu Bawaslu melayangkan undangan kedua.

Selain kasus La Nyalla di pilkada Jawa Timur, kasus mahar politik lain yang mencuat adalah Pilkada Cirebon seperti dialami Brigjen Polisi Siswandi. Ia mengaku dimintai mahar oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kemudian sempat mencuat pengakuan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang juga Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat. Dedi diminta uang sebesar Rp10 miliar di saat Golkar dipimpin Setya Novanto. Terbaru adalah pemecatan Oesman Sapta sebagai Ketua Umum Partai Hanura. Diduga pemecatan itu disebabkan konflik persoalan mahar politik. (sm)

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More