Jumat, 19 Januari 2018

Kampanye Referendum Papua Barat di Forum Internasional Gagal

JAKARTA, KABARINDONESIA.CO.ID - Kampanye agar dunia internasional mendukung referendum di Papua Barat yang disuarakan Okto Motte, Sekretaris Jenderal ULMWP di kantor National Lawyer Guild Chapter NYC, New York, Amerika Serikat yang digelar pekan lalu gagal total. Okto tak mampu meyakinkan peserta yang hadir dalam forum tersebut.


Pertemuan yang digagas John Miller, seorang aktivis lembaga swadaya masyarakat East Timor & Indonesia Action Network (ETAN), sebuah lembaga Amerika Serikat yang telah beroperasi dari 1991 di Timor Timur. LSM ini sebagaimana dikabarkan INZIP.ID berperan aktif dalam kampanye internasional mendukung referendum warga Timor Timur yang berujung pada lepasnya provinsi tersebut.

Dalam forum itu Okto mencoba meyakinkan peserta forum bahwa proses bergabungnya Papua sebagai bagian dari wilayah Indonesia tidaklah sah. Ia bahkan menyebut, telah terjadi genosida terhadap orang asli Papua yang dilakukan oleh Indonesia.

Pernyataan Okto tadi langsung dianulir oleh Roy Toborat, seorang peserta wakil dari International Peace Institute (IPI) yang menyampaikan pandangannya seputar isu Papua dari sudut pandang hukum internasional. Sebaliknya, menurut Roy justru status hukum Papua menjadi bagian dari Indonesia final dan mengikat berdasarkan prinsip "uti posidetis iuris."

"Penyatuan Papua ke Indonesia sangat berbeda sekali dengan Timor Leste, sehingga tidak ada alasan bagi Papua untuk menuntut referendum," ujarnya.

Tuduhan genosida yang dilontarkan ULMWP menurutnya sangat sulit dibuktikan. Bahkan Roy tegaskan, sejauh ini dunia mengakui bahwa Indonesia termasuk negara yang aktif memperjuangkan hak asasi manusia dalam komunitas internasional.

Bantahan itu membuat Okto dan Miller di hadapan peserta tampak gugup. Atas dasar kondusifitas forum, moderator sidang langsung menutup jalannya pertemuan. (sm)

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More