Sabtu, 20 Januari 2018

Moeldoko-Cak Imin Bisa Jadi Cawapres Jokowi

JAKARTA, KABARINDONESIA.CO.ID - Dua nama dianggap bisa menjadi kuda hitam calon wakil presiden (cawapres) Joko Widodo (Jokowi). Dua nama tersebut tak lain Jenderal TNI (Purn) Moeldoko dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

Sosok Moeldoko dianggap mewakili kalangan militer sehingga kombinasi sipil-militer. Sedangkan Cak Imin setidaknya menggarap kalangan nahdliyyin.

"Pertimbangannya Moeldoko bisa mengambil kekuatan militernya, sedangkan Cak Imin kekuatan Islam tradisional dan PKB-nya," kata Sutan Syarif, Pengkaji di Lingkar Isu-isu Strategis (LaKIS), Minggu (21/1/2018).

Ia menambahkan, terpilihnya Moeldoko sebagai Kepala Staf Presiden (KSP) menjadi pertanda bahwa ada kenyamanan Jokowi terhadap sosok Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) tersebut. "Mencari sosok Kepala Staf Presiden itu tidaklah mudah. Setidaknya ia harus paham apa yang menjadi keinginan Presiden," tegas Syarif.

Bagaimana dengan Cak Imin. Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini menegaskan, bahwa Cak Imin memiliki kelebihan membaca peta politik. Keterpilihan Cak Imin tergantung dari peran timnya yang sejak awal mengambil tagline Sang Pemimpin. Jika dilihat dari arahnya, Cak Imin ingin mengklaimkan diri sebagai tokoh Islam nasionalis dan mewakili kaum muda.

Hanya saja kendalanya saat ini, lanjut dia, Cak Imin masih perlu mendesain dirinya sebagai tokoh nasional, tidak sebatas di Jawa saja. "Sebagaimana kita tahu Cak Imin kantong suaranya di Jawa Timur," ujarnya.

Berbeda dengan Syarif, Penggiat Kajian Ekonomi Politik Universitas Pamulang, Maman Dharmasnyah justru memperkirakan bahwa nama Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj (SAS) sebagai sosok kuda hitam. Kenapa demikian? Karena menurutnya, SAS termasuk tokoh yang konsisten menyuarakan tema keberagaman dan toleransi. Isu-isu ini lanjut dia, hari ini menjadi kebutuhan para tokoh sedunia mengacu pada konflik-konflik kemanusian di berbagai negara.

"Banyak peneliti mengatakan bahwa isu sentimen agama masih akan dipakai dalam pilpres. Kyai Said figurnya bisa mematahkan sentimen agama. Ini sangat membantu Jokowi," tandasnya. SAS masuk dalam tokoh agama paling berpengaruh di dunia. Ini menjadi bukti kelas ketokohan SAS, tambah Maman. (sm)

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More