Selasa, 23 Januari 2018

Penolakan Tambang di Tumpang Pitu Murni Melawan Ketidakadilan

JAKARTA, KABARINDONESIA.CO.ID - Masih soal aksi penolakan aksi tambang emas di kawasan Hutan Lindung Tumpang Pitu. Perlu diluruskan bahwa aksi warga yang didampingi Heri Budiawan alias Budi Pego murni untuk melawan ketidakadilan.

"Pemeritah secara gegabah mengabaikan fakta ilmiah dan sosial ekonomi dalam pemberian izin tambang," kata Direktur Walhi Jatim, Rere Christanto, melalui pernyataan resmi, Selasa (23/1/2018).

Hutan lindung Tumpang Pitu merupakan kawasan ekologis yang menjadi benteng alam, baik dari bencana maupun keseimbangan lingkungan hidup.

Tumpang Pitu menjadi penyangga taman nasional, ekonomi mikro dan memiliki nilai-nilai historis baik budaya dan kearifan lokal, demikian Rere menambahkan.

Hutan Lindung Tumpang Pitu merupakan bagian dari kehidupan warga desa Sumberagung, Pesanggaran, Sumbermulyo, Kandangan dan Sarongan yang sudah lama hidup dengan nilai-nilai kearifan lokal.

"Keputusan izin tambang sangat sepihak, tanpa adanya dialog dan verifikasi ilmiah," tegas Rere. (sm)

Foto: Istimewa (Walhi Jatim)

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More