Senin, 22 Januari 2018

“Selamat Ulang Tahun Ibu Mega”

JANUARI 1947, saat itu musim hujan. Pagi-pagi awan hitam. Lahirlah dari Gedong Agung seorang anak perempuan, yang kemudian Bapaknya duduk di teras Gedong Agung bersama Hatta, Pringgodigdo dan Achmad Soebardjo.

Bapak bayi tersebut melihat ke atas awan, gulungan awan menghitam menyimpan air siap diguyurkan ke bumi, pada tanah di mana revolusi mengembangkan sayapnya.

Sukarno nama Bapak itu berkata kepada Hatta.

"Langit kali ini begitu kelam ya, Ta?".

Hatta mengangguk lalu menyahut :
"Mungkin pagi ini akan turun hujan lagi..."

Sukarno lalu meminum kopi tubruknya dan kemudian berdiri. Lalu ia berucap dengan nada pelan seperti angin pagi itu yang melantunkan nada sendu tentang tanah air yang terinjak-injak lars pengusung tanah koloni

"Anakku akan kunamakan Megawati, ia lahir ketika langit kelam. Ia dilahirkan ketika bangsa ini menginginkan rasa merdekanya”.

“Mega...adalah pralambang dari negeri ini yang masih berduka".

Dan bayi perempuan yang baru dilahirkan itu memecahkan tangisnya.

( Selamat Ulang Tahun, Ibu Megawati Soekarnoputri)

DI mata pendukungnya beliau adalah seorang Ibu yang mengayomi, lembut sekaligus tegas dan berkharisma. Pendiriannya kokoh bak batu karang membuat beliau mampu memimpin partai ketika melewati gelombang tekanan dan badai, sekaligus mengalun tenang ketika ombak mereda. Di mata lawan politiknya beliau adalah sosok pemimpin berwibawa yang tidak mudah diajak kompromi demi kekuasaan semata.

Kecintaannya pada tanah air, NKRI, Pancasila, kebhinnekaan dan UUD diwariskan dari Sang Proklamator Bangsa dan dilestarikan sepanjang perjalanan dan perjuangan hidupnya. Ini membuat penentangnya sekalipun dibuat takjub dan merinding ketika Sang Banteng mengaum berdiri di garda terdepan, demi bangsa yang dia cintai. Aku bangga boleh memanggilnya dengan sebutan IBU.

Ibu bagi rakyat jelata, Ibu yang menangis dan tertawa bersama rakyatnya, IBU BANGSA INDONESIA. Selamat Hari Ulang Tahun  Ibu Megawati Soekarnoputri yang  ke-71.

(Catatan : Luhur Pambudi-Ketua DPC PDI Perjuangan Purworejo).




0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More