Senin, 15 Januari 2018

Polemik Impor Beras Gambaran Pemerintahan Jokowi Tidak Solid

JAKARTA, KABARINDONESIA.CO.ID - Kebijakan impor beras setidaknya memberikan gambaran bahwa pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla tidak solid. Pernyataan Menteri Pertanian (Mentan) bahwa target swasembada pangan akan tercapai nyatanya tidak terbukti.

Terlebih lagi, Menteri Perdagangan (Mendag) mengambil alih pekerjaan Bulog. Padahal, butuh tidaknya impor beras, harus ada keterlibatan Bulog.

"Sementara kita tahu bersama, visi pemerintahan Jokowi-JK adalah berdaulat pangan, dimulai dari swasembada pangan untuk beberapa komoditi, salah satunya adalah beras," kata Idham Arsyad, Ketua Umum Gerakan Kebangkitan Petani dan Nelayan Indonesia (Gerbang Tani), Senin (15/1/2018).


Oleh karenanya, lanjut dia, anggaran di Kementerian Pertanian dinaikkan untuk menyukseskan program swasembada. Sebaliknya, sampai sekarang tidak mencapai swasembada. Lagi-lagi kata Idham-sapaan akrabnya, pernyataan Mentan yang meyakini bahwa stok beras aman lagi-lagi tidak terbukti.

Di sisi politik justru ini akan menurunkan grade Presiden Jokowi yang dicitrakan mewakili kepentingan wong cilik. Sementara kebijakan impor justru memukul petani yang kata Idham sebentar lagi akan masuk masa panen. Ia menegaskan, sebaiknya Mentan dan Mendag harus menghentikan rencana impor beras.

"Kebijakan ini sama sekali tidak memperhatikan kepentingan petani kita. Jadi sikap kami menolak impor beras," tegasnya.

 Visi misi Pemerintahan Jokowi-JK berdasarkan data yang dirilis Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dalam bidang ketahanan pangan sudah jelas sekali, ingin menciptakan ketahanan pangan yang mandiri, berkelanjutan, swasembada karbohidrat dan protein, serta kesejahteraan petani.

Untuk mewujudkan itu, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah strategis, di antaranya: melakukan pengembangan infrastruktur pertanian, pembangunan sumberdaya manusia pertanian yang cerdas dan unggul, pemenuhan produk pertanian berstandar internasional. Ditambah lagi dengan melakukan upaya memodernisasi industri pertanian, peningkatan daya saing global produk pangan dan pertanian. (sm)

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More