Rabu, 24 Januari 2018

Tren Swing Voter Bikin Parpol Tak Aman

JAKARTA, KABARINDONESIA.CO.ID - Melihat tren swing voter dalam kurun pelaksanaan Pemilu membuat sejumlah parpol pada posisi tidak aman. Swing voter hasil Pemilu 2014 ke partai lain rata-rata dari 10 partai yang punya kursi di DPR sekarang persentasinya mencapai 34%. Ini merupakan swing voter yang besar dan membuat persaingan partai menjadi sangat dinamis.

Saiful Mujani Research & Consulting dalam hasil surveinya mengenai kekuatan parpol dan calon presiden menemukan, bahwa swing voter mengacu pada pelaksanaan pemilu sebelumnya, paling banyak dialami oleh Partai Demokrat sebesar 51%, kemudian PAN 50%, PPP dan Partai Hanura masing-masing 47%, Partai Gerindra 45% dan Partai Golkar 38%.

"Sedangkan PDI Perjuangan 23% dan PKS 20% swing voternya paling sedikit," tegas Saiful Mujani melalui laporan surveinya, Rabu (24/1/2018).

Pada Pemilu 1999 PDI Perjuangan memperoleh 22,4% suara, Pemilu 2004 jadi 18,5%, pada 2009 turun menjadi kisaran 14%, mengalami kenaikan pada 2014 menjadi 18,9%. Partai Golkar pada Pemilu 1999 memperoleh 22,4% dan Pemilu 2014 mencapai 14,7%. Partai Demokrat pada pemilu pertama keikutsertaannya memeroleh 7,5%. Pada 2009 melonjak 20,8% sedangkan di Pemilu 2014 menurun tajam menjadi 10,2%.

"Dinamika kekuatan partai inilah yang menunjukkan swing voter yang besar," ujarnya.

Kata Mujani dalam laporannya, fakta ini menunjukkan terbuka kemungkinan parpol yang lolos di Senayan sekarang menjadi tidak lolos lagi, atau lolos dengan perolehan suara lebih baik pada 2019 nanti. Ada sejumlah parpol yang belum aman pada Pemilu 2019 nanti yaitu Partai Nasdem, Hanura dan PAN. Sementara parpol yng cenderung turun tapi masih aman, turun sekitar 4% adalah Partai Golkar, Gerindra, Demokrat dan PKB. Satu-satunya parpol yang cenderung menguat sejak Pemilu 2014 lanjut Mujani adalah PDI Perjuangan.

Mengapa swing voter begitu besar? Menurutnya, karena ikatan psikologis dengan parpol secara umum rendah. Metode survei adalah random menggunakan teknik wawancara yang berlangsung 7-13 Desember 2017 dengan jumlah responden sebanyak 1.220 orang berumur 17 tahun atau sudah menikah ketika survei dilakukan. (sm)

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More