Sabtu, 10 Februari 2018

Bertemu Ketum MDHW, Agung Laksono Bahas Pendidikan Hingga Ancaman Kerukunan Bangsa

CIREBON, KABARINDONESIA.CO.ID - Mantan Ketua DPR RI Agung Laksono mengapresiasi peran pondok pesantren yang selama ini memprioritaskan akhlak dan budaya dalam sistem pendidikannya.

Ia mengakui, bahwa konsep pendidikan di pesantren cocok jika menjadi acuan sistem/pola pendidikan di Indonesia. Karena menurutnya, pendidikan sekarang tidak boleh lepas dari nilai-nilai agama dan tradisi, budaya Indonesia.

"Agendanya silaturrahim, Beliau (Agung Laksono, red) mengaku kagum terhadap cara mendidik di pondok pesantren yang dianggap konsisten mengedepankan akhlak dan budaya dalam aktivitas belajar sehari-hari," kata Ketua Umum Majelis Dzikir Hubbul Wathon (MDHW) KH Musthofa Aqil Siradj, Sabtu (10/2/2018).

Agung Laksono menyambangi KH Musthofa di kediamannya di Pondok Pesantren Khas Kempek, Cirebon, Jawa Barat. Ia bersama rombongan banyak berdiskusi terkait pendidikan dan keutuhan negara. Dalam kesempatan itu, Agung yang juga mantan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) 2009-2014 ini meminta masukan kepada KH Musthofa terkait kondisi bangsa hari ini.

"Saya sampaikan kepada Pak Agung Laksono, bahwa para ulama tetap konsisten menjaga kerukunan dan keutuhan NKRI,"ujarnya. Untuk itu perlu terus dilakukan kampanye-kampanye tentang kerukunan, toleransi kepada seluruh elemen masyarakat.

Apa yang disampaikan KH Mustofa diiyakan oleh Agung Laksono. Secara tegas Agung sampaikan, dirinya tidak menafikan ulama dan pondok pesantren berkontribusi sangat besar terhadap berdirinya NKRI.

KH Musthofa juga berharap agar Agung Laksono ikut menyampaikan kepada semua pihak bahwa dalam pelaksaan Pilkada Serentak hingga Pilpres nanti, semua tim pemenangan masing-masing calon tidak menggunakan isu atau tema-tema sentimen SARA.

Ada gelagat lanjut KH Musthofa, dalam pilkada serentak kali ini sejumlah oknum-oknum tertentu menggunakan isu SARA. Ini jika tidak diantisipasi, kata Rais Syuriah PBNU ini, akan berpotensi memecah belah sehingga bisa memicu konflik horizontal.

Seperti kasus penganiayaan yang dilakukan oleh sekelompok orang terhadap para pimpinan pondok pesantren di Jabar yang dikait-kaitkan dengan konstelasi politik pilkada. Terkait masalah itu, KH Musthofa tidak mau sesumbar, ia mempercayakan proses hukum dari aparat kepolisian.

"Saya percayakan kepada pihak kepolisian, hanya masyarakat diminta tetap waspada. Jangan sampai ada pihak-pihak yang memanfaatkan momentum pilkada ini untuk memecah belah kita semua," tegasnya.

Agung Laksono beserta rombongan tiba di Pondok Pesantren Khas Kempek pukul 08.00 WIB. Agung sempat berdialog dengan para santri hingga jam 10.00 WIB. (sm)

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More