Senin, 12 Februari 2018

Rumah Sakit Bedah Surabaya Siapkan Layanan Prima Home Care

SURABAYA, KABARINDONESIA.CO.ID-Untuk memenuhi keinginan masyarakat dalam pelayanan kesehatan yang lebih lengkap, Rumah Sakit  Bedah Surabaya (RSBS) saat ini mengembangkan jasa pelayanan kesehatan di rumah atau Home Care (HC). Dengan pelayanan ini pasien bisa lebih merasa nyaman, karena  perawatan tidak dilakukan di rumah sakit, melainkan rumah sendiri.
 “Rasa nyaman, hommy itu diharapkan  akan mempengaruhi psikologis pasien sehingga cepat sembuh,” kata Siti Asror  R Amd. Kep, PIC keperawatan RS Bedah Surabaya.
Sebagai bentuk komitmen terhadap pelayanan HC tersebut RSBS mencanangkan program 1.000 bed. “Makna dari 1.000 bed atau tempat tidur tersebut adalah 1.000 tempat tidur di rumah masing-masing pasien,” papar  Siti Asror sambil jelaskan saat ini tenaga HC yang disediakan oleh RSBS adalah jasa tenaga fisioterapi, perawat serta bidan.

Siti Asror yang sudah lama menekuni bidang keperawatan dan pengembangan HC menguraikan bahwa HC lebih banyak digunakan sebagai tindakan perawatan lanjutan setelah pasien keluar dari rumah sakit. Tidak hanya kenyamanan serta ringan dalam hal biaya, namun ada sakit-sakit tertentu yang tidak perlu berlama-lama di rumah sakit karena bisa dilakukan perawatan di rumah.
Salah satu contoh yang perlu pelayanan jasa seorang HC, misalnya pasien cedera tulang selesai operasi  tidak perlu berlama-lama tinggal di rumah sakit, jika hanya menunggu proses pemulihan maka bisa mendatangkan tenaga fisoterapi ke rumah. “Tenaga fisioterapi akan mengajari bagaimana melatih berjalan, relaksasi untuk mengembalikan fungsi bagian tubuh yang baru dioperasi,” tambah Siti Asror.
Contoh lainnya untuk pasien dari dokter bedah digestif yang baru saja dilakukan pembuatan anus buatan. Untuk mengajari bagaimana memasang pack penampung kotoran sekaligus menjaga kebersihan di sekitar anus, maka diperlukan perawat HC untuk mengajari pasien sekaligus keluarganya.
 “Semua tindakan itu tidak harus menginap di rumah sakit cukup dilakukan jasa seorang perawat untuk datang ke rumah,”. 

Demikian pula bagi ibu muda yang baru saja melahirkan juga bisa memanfaatkan jasa HC seorang bidan. Misalnya, untuk mengajari memandikan bayi, mengajari posisi menyusui yang benar, sampai merawat luka pusar dan sebagainya.  
“Kalau semua ini dilakukan oleh jasa bidan Home Care kan lebih praktis, enak, juga nyaman,” imbuh Siti Asror.
Bahkan untuk pasien yang sudah divonis oleh dokter sakitnya sulit untuk disembuhkan dan diperkirakan hidupnya tidak lama lagi, maka jasa perawat sangat dibutuhkan untuk mendampingi selama berada di rumah. “Apalagi ada sakit-sakit tertentu pasien mengalami sakit luar biasa sehingga perlu suntikan obat untuk meredakan nyeri, atau pemasangan selang sonde untuk saluran makanan cair dan lain-lain,“ kata Siti Asror sambil jelaskan untuk kasus seperti ini jasa perawat HC bisa 24 jam penuh dengan sistem shift.
Petugas HC sendiri lanjut  Siti Asror tidak sekadar membantu melakukan tindakan-tindakan medis, tetapi juga mengedukasi pasien dan keluarganya agar bisa mandiri sehingga kedepannya tidak bergantung pada jasa perawat.
Yang tak kalah pentingnya adalah petugas HC juga memiliki kemampuan untuk komunikasi sekaligus bisa memotivasi pasien. Karena orang sakit tidak hanya fisiknya tetapi psikologisnya kadang juga demikian. Karena itu peran komunikasi verbal seorang HC sangat dibutuhkan untuk memompa semangat pasien agar kembali bugar.
SURAT PERINTAH DOKTER
Untuk memberikan pelayanan yang prima pada pasien pihak RSBS akan menugaskan perawat, bidan atau seorang fisoterapi yang memiliki kecakapan diatas rata-rata atau memiliki kualifikasi khusus. “Karena ketika perawat, bidan atau fisoterapi yang mendapat tugas melayani pasien  maka harus mandiri dan bisa menentukan sikap ketika menghadapi masalah,” papar Siti Asror yang bisa menggunakan jasa HC semua pasien dengan berbagai jenis penyakit.
Tetapi yang perlu diingat mekanisme seorang tenaga HC tidak bisa melakukan penanganan medis meski ada permintaan dari pasien atau keluarganya namun juga harus mendapat surat dari Dokter Penganggung Jawab Pasien (DPJP) yang menangani pasien yang akan dirawat tersebut.
Dokter penanggungjawab tersebut lanjut  Siti Asror, akan memberi tahu jenis sakit yang diderita pasien sekaligus tindakan apa saja yang harus dilakukan. Sehingga apa saja yang dilakukan perawat tetap terukur sesuai dengan arahan DPJP.
Pasien yang akan ditangani petugas HC dari RSBS tidak harus selalu pasien yang habis menjalani perawatan dari RSBS, tetapi bisa saja dari rumah sakit lain. “Bagi kami yang penting petugas HC RSBS mendapat surat dari DPJP, karena surat tersebut menjadi pegangan sekaligus acuan dari petugas HC apa yang dia harus lakukan selama melakukan penanganan pada pasien,” kata Siti Asror sambil menjelaskan bahwa selama proses perawatan petugas HC akan melakukan komunikasi dengan DPJP.
Yang berminat menggunakan jasa HC RSBS sangat mudah, cukup menghubungi costumer service RSBS selanjutnya pihak RSBS akan menyambungkan ke bagian divisi HC. “Tetapi sekali lagi syaratnya sebelum menjalankan HC pihak RSBS minta surat dari DPJP sebagai pegangan,” papar  Siti Asror sambil jelaskan bahwa yang mengajukan HC bisa pasien sendiri atau keluarganya.
Jadwal kunjungan petugas HC untuk datang ke rumah pada umumnya bisa pagi, siang atau sore sesuai yang diperjanjikan. Namun untuk kasus sakit-sakit tertentu juga dimungkinkan untuk mendampingi pasien selama 24 jam penuh dengan sistem dua kali shift.
Soal harga Siti Asror menjamin jika tenaga HC RSBS sangat kompetitif dan terjangkau masyarakat.  “Kami memastikan jasa HC yang kami berikan harganya terjangkau kok,” papar Siti Asror. (*)

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More