Jumat, 23 Maret 2018

Marak Hoax NU-Muhammadiyah Sepakat Perkuat Literasi Digital

JAKARTA, KABARINDONESIA.CO.ID - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan PP Muhammadiyah bersepakat untuk memperkuat literasi digital merespon maraknya hoax, ujaran kebencian dan fitnah yang berpotensi mengganggu keutuhan bangsa dalam kehidupan kemasyarakatan dan keberagaman.

Hal ini dimaksudkan agar masyarakat secara bersama-sama membangun iklim dan suasana yang kondusif.

"Di tengah era sosial media kita membutuhkan kehati-hatian yang lebih," kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, saat pertemuan dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, di Gedung PBNU, Kramat, Jakarta, Jumat (23/3/2018).

NU dan Muhammadiyah berkomitmen untuk menghadirkan narasi yang mencerahkan melalui ikhtiar-ikhtiar literasi digital sehingga terwujud masyarakat informatif yang berakhlakul karimah.

Sementara itu Ketua Umum PP Muhammadiyah H. Haedar Nashir pada kesempatan yang sama juga menyinggung persoalan tahun 2018 sebagai tahun politik. Ia mengajak kepada semua pihak bersama-sama menjadikan ajang demokrasi sebagai bagian dari cara kita sebagai bangsa untuk melakukan perubahan-perubahan yang berarti dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Hendaknya dalam demokrasi perbedaan jangan sampai menjadi sumber perpecahan. Perbedaan harus dijadikan sebagai rahmat yang menopang harmoni kehidupan yang beranekaragam," tegas Haedar.

Ia menambahkan bahwa demokrasi bukan sekadar membutuhkan kerelaan hati menerima adanya perbedaan pendapat dan perbedaan pikiran. Akan tetapi demokrasi juga membutuhkan kesabaran, ketelitian dan cinta kasih antar-sesama.

Pertemuan dua organisasi Islam terbesar itu juga memiliki maksud dan tujuan untuk terus-menerus menyerukan saling tolong menolong, menegakkan kebaikan dan mengupayakan rekonsiliasi atau perdamaian kemanusiaan.

Dalam pertemuan itu juga mengemuka bahwa parameter dan ukuran sehatnya sebuah bangsa dan negara salah satunya bisa dilihat dari tegak dan kokohnya tali persaudaraan kebangsaan, ekonomi yang tumbuh merata, akses pendidikan yang mudah, terbukanya ruang-ruang dalam menyampaikan pendapat, serta tegaknya hukum sebagai instrumen untuk meraih keadilan. (sm)

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More