Minggu, 29 September 2019

Suyoso Nantra : Eksekutif-Legislatif Harus Berpihak ke Rakyat, Jangan Lukai Hati Rakyat

Suyoso Nantra
BALIKPAPAN, KABARINDONESIA.CO.ID-Berbagai permasalahan bangsa yang akhir-akhir ini terjadi, seakan tidak ada habisnya, menjadi keprihatinan mendalam tokoh-tokoh masyarakat. Salah satunya disampaikan tokoh masyarakat sekaligus pengamat sosial politik tanah air, Suyoso Nantra SSos MM, yang sangat prihatin dengan kondisi Bangsa Indonesia, berbagai permasalahan yang mendera bangsa secara terus menerus. 



Secara tegas Suyoso Nantra mengatakan, sepatutnya pemerintahan baik itu eksekutif maupun legislatif harus peka, mendengar dan memahami hati rakyat. "Eksekutif dan legislatif jangan semaunya sendiri. Kondisi bangsa memprihatinkan, pergerakan mahasiswa dan juga rakyat, terus menyuarakan apa yang menjadi kehendak rakyat. Pemerintah harus peka, saatnya kembali ke hati rakyat, kembali berpihak pada rakyat," seru Suyoso Nantra yang intensif mengamati kondisi bangsa akhir-akhir ini. 



"DPR RI yang akan segera habis periodenya, merevisi Undang-undang KPK, termasuk rancangan KUHP, minerba, pertanahan dan sebagainya, banyak penolakan dari mahasiswa, rakyat. Seperti kejar setoran, jadinya hasilnya tidak baik, membuat pergolakan bangsa ini. Pembahasan rancangan Undang-undang itu akhirnya ditunda, dan menjadi pekerjaan rumah bagi DPR periode berikutnya," beber Suyoso Nantra yang menyebut, masih banyak kekecewaan yang dirasakan rakyat, seperti rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang memberatkan bagi masyarakat. 


Suyoso Nantra menyoroti secara umum, pergolakan demi pergolakan yang terjadi di bangsa ini, tak lepas dari turunnya tingkat perekonomian, rakyat kecil kesusahan dalam mencari penghasilan. Daya beli masyarakat menjadi rendah. "Memang satu sisi banyak infrastruktur dibangun, tapi jangan lupakan masalah pokok rakyat, yaitu soal perekonomian. Ini menjadi warning  bagi pemerintah, agar membangun kembali sisi perekonomian yang kuat, agar bagaimana rakyat bisa menjadi sejahtera. Jangan lukai hati rakyat dengan kebijakan-kebijakan yang tak pro rakyat atau menyusahkan rakyat," urai Suyoso Nantra. 



Suyoso Nantra memprediksi, jika pemerintah tidak cepat tanggap dan berpihak pada rakyat, gelombang demi gelombang penolakan akan terus terjadi. Belum lagi permasalahan seperti kebakaran hutan dan lahan dan masalah sosial bangsa lainnya, yang jika tidak ditangani dengan tepat, bisa menimbulkan desintegrasi bangsa. 



"Kembali  berpihak pada rakyat, jangan dustai rakyat. Pemerintah, eksekutif maupun legislatif harus berpihak pada rakyat," tutup Suyoso Nantra. (ki)

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More