Squad PON Taekwondo Kaltim Agendakan Training ke Korea

SAMARINDA.KABARKALTIM.NET - Negeri Ginseng sebagai negara asal muasal olahraga "baku tendang" ini akan menjadi tujuan utama para squad PON 2016 Taekwondo Kaltim melakoni "training camp" pada Juni mendatang.

Tumbuhkan Solidaritas Generasi Muda : Harkitnas ke-108 Taman Komik Nusantara dan Gerakan Literasi Sejarah

SERANGKAIAN kegiatan memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-108 yang dilakukan oleh Endah Priyati selaku pendiri Taman Komik Nusantara yang diadakan tepat pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2016 berlangsung seru dan meriah. Spirit menggambar komik kali ini bertema tentang perjuangan para pahlawan masa pergerakan nasional Indonesia.

Jabat Kepala BPN Jambi, Dolly Siap Rangkul Semua Elemen Masyarakat

JAMBI, KABARINDONESIA.CO.ID-Mantan Kepala Badan Pertahanan Nasional (BPN) Kota Balikpapan, Drs Dolly Manahan Panggabean MM, kini menjabat Kepala BPN Kota Jambi. Dolly dikenal dekat dengan insan pers, awalnya pernah menjadi Humas BPN Pusat. Tak hanya dekat dengan pers, gaya kepemimpinan Dolly selalu merangkul semua elemen masyarakat.

Terios Jelajahi 7 Destinasi Sepanjang Pulau Flores

FLORES, KABARINDONESIA.CO.ID – Sukses dengan Terios 7 Wonders Sumatera Coffee Paradise (2012), Java Hidden Paradise (2013), Amazing Celebes Heritage (2014), Wild Borneo Adventure (2015), Daihatsu kembali menggelar ekspedisi ke-5 yaitu Terios 7 Wonders Tour de Flores tahun 2016 ini.

Rabu, 20 Maret 2019

Terapi LSWT di RS MMC Surabaya (2)

Cari Penyebab DE, Terapi LSWT sebagai Pilihan Terakhir

Operator LSWT RS Manyar Medical Centre Surabaya
DOKTER Wisnu Laksamana, SpU adalah alumnus Universitas Airlangga,  menguraikan, ketika ada pasien datang dengan keluhan gangguan disfungsi ereksi (DE), maka langkah pertama yang dilakukan adalah melakukan pemeriksaan secara holistik untuk mencari akar persoalan. 

Apakah gangguan tersebut berkaitan dengan psikososial, gangguan medis atau gabungan keduanya. Kasus pengaruh psikososial, misalnya bagaimana hubungan suami istri, lingkungan tempat kerja, lingkungan keluarga dan masalah kehidupan sosial lainnya. 

“Masalah kehidupan sosial pasien perlu kita gali, karena erat kaitannya dengan DE. "Banyak lo, orang DE itu disebabkan karena faktor psikis atau pikiran,” kata Wisnu. 
Dr Wisnu Laksamana SpU
Jika DE itu awalnya salah satunya melibatkan adanya masalah psikososial, kehidupan rumah tangga misalnya, maka penyelesaiannya akan melibatkan psikolog atau psikiater. 


“Jika ternyata masalah sudah terpecahkan baru kita evaluasi lagi secara menyeluruh tentang keluhannya,” tambah Wisnu. 

Tetapi jika hasil wawancara tersebut soal psikososialnya tidak ada masalah, maka baru bergeser ke persoalan teknis kesehatan, mulai pemberian obat sampai yang terakhir penggunaan alat LSWT. 

“Penggunaan LSWT sebagai pilihan terakhir,” papar Wisnu. Dia menjelaskan bahwa persoalan dasar DE bekaitan erat dengan pembuluh darah. Secara teknis, penis itu bisa ereksi karena dua pembuluh darah besar yang ada di sebelah kanan dan kiri batang penis tersebut terisi penuh oleh darah. 

Sehingga, jika ada gangguan pada kedua pembuluh dasar besar tersebut, maka dengan sendirinya ereksi akan terganggu. 

Menurut Wisnu ada beberapa penyakit yang biasannya menjadi pemicu munculnya DE, yaitu karena diabetes dan akibat kolesterol tinggi. Diabetes bisa menjadi pemicul terjadinya DE, karena penderita diabetes mengalami kerusakan pada pembuluh darah, sehingga pembuluh darah tidak bisa terisi darah secara maksimal. 

Sedang pada orang-orang yang memiliki kadar kolesterol tinggi, biasannya pada dinding pembuluh darah terdapat plag atau gumpalan yang hal ini membuat dua pembuluh darah yang jika ereksi kualitasnya terganggu. 

Jika menghadapi pasien dengan gejala dua jenis penyakit ini, maka ia akan memberikan konsultasi untuk solusinpenyakit dasar dulu terlebih dahulu. Yaitu dengan penanganan pengobatan penyakit dasar tersebut terlebih dulu. Setelah itu teratasi baru diberikan pengobatan DE dengan medikamentosa. Akan tetapi jika sudah diberi obat-obatan, ternyata tidak ada perubahan maka tindakan terakhir adalah mengunakan LSWT 

Cara kerja LSWT yakni dengan memberikan 300 kali tembakan dengan gelombang kejut di empa tempat masing-masing di kiri dan kanan batang penis serta di kiri kanan bawah buah zakar. 

"Tidak terasa sakit, cuma clekit clekit dikit. Terapi ini memakan waktu satu jam lamanya," jelas Wisnu. 

Tembakan gelombang kejut tersebut diharapkan lapisan dinding pembuluh darah yang rusak bisa mengelupas, kemudian dirangsang untuk membentuk sel baru sehingga kualitas pembuluh darah bisa kembali normal. 

Kualitas pembuluh darah di penis itu sendiri, lanjut Wisnu, bukan sekadar untuk mengeraskan atau mengencangkan penis saja, sekaligus untuk menjaga durasi hubungan intim bisa kembali normal. 

"Kalau kualitas pembuluh darah normal, maka darah beserta katupnya bisa menjaga agar durasi ereksi cukup lama," imbuhnya. 

Terapi LSWT ini dilakukan empat kali, masing-masing interval waktunya antara satu kali terapi dengan terapi berikutnya satu minggu lamanya. "Kalau dua kali belum ada terasa manfaatnya, tetapi begitu ketiga dan keempat biasanya pasien sudah merasakan ada perubahan," jelas Wisnu yang menambahkan, jika sudah membaik maka tidak diperlukan obat-obatan kecuali ada hal-hal tertentu. 

Sudah ada standar bahwa dikatakan hubungan seksual aktif itu bila hubungan seks dilakukan 2-3 kali seminggu dan masing-masing hubungan intim minimal durasinya tiga menit. Dan mencapai kepuasan, bila itu tidak terpenuhi maka masuk ranah disfungi seksual. 

Namun Wisnu menjelaskan kepada pasien lanjut usia, jangan berharap bahwa setelah dilakukan LSWT kemampuan seksualnya bisa kembali ketika masih usia 20 tahun. "Tentu tidak bisa, kita harus jelaskan terus terang. Usia seseorang akan berpengaruh terhadap organ-organ yang lainnya, tetapi bisa melakukan kegiatan seksual secara aktif dan membuat kualitas hidupnya lebih baik dengan tidak bergantung konsumsi obat terus menerus, itu yang diharapkan," kata Wisnu, yang tingkat keberhasilan LSWT mencapai 70-80 persen. 

Dia menegaskan, karena pasien yang ditangani sifatnya sangat personal, maka pihak RS Manyar Medical Centre Surabaya sendiri memperlakukan pasien gangguan seksual ini berbeda dengan pasien jenis sakit lainnya. Mulai pendaftaran sampai tempat pemeriksaan juga di ruangan tersendiri, sehingga pasien merasa lebih nyaman dan privasinya sangat terjaga. (*/ps-habis)

"PEMBERANTASAN KORUPSI DI NEGERI TERSANGKA?"


oleh : Ozzy Sulaiman Sudiro (Ketua Umum KWRI/Sekjen Majelis Pers)

KORUPSI telah menjadi budaya bodoh orang Indonesia, dari anak SD sampai S3 hingga lulus, kerja dan menjadi pejabat berkuasa, bahkan pengusaha besar ataupun kecil juga ikut korupsi. 

Budaya korupsi memang telah mendarah daging dan akan sulit dihilangkan, kecuali ada rekontruksi negara yang valid dan dapat diterima masyarakat, ketidakadilan inilah yang mengawali budaya korupsi. Hilangnya budaya rasa malu kian hari kian pudar, karena segala kebutuhan hidup para pejabat belum terbayar? 

Bahkan urat malu pun sudah putus oleh syahwat yang begitu rakus, tak peduli rizki hasil haram, asal diam-diam tidak ketahuan. Hanya budaya malu inilah yang mampu memfilter sifat dan karakter bangsa ini, yang semestinya perlu dilestarikan, sebagai pusaka warisan leluhur yang taat dan patuh pada kultur, tradisi peninggalan nenek moyang kita bangsa yang berbudi luhur, bermartabat penuh tafakur. Mungkin tak menyangka atau menduga bahkan tercengang ketika mata dan telinga kita setiap hari disuguhkan oleh media-media :  atas tertangkapnya "Para bedebah" itu.....!!! Seperti sirkus badut penuh lelucon, berakrobat di pasar malam, sebagai pelepas lelah hiburan ahir pekan. 

"Tingkatkan Jumlah Peneliti di Indonesia"



JAKARTA - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menilai satu diantara banyak hal yang menjadi kebanggaan Indonesia adalah keberagaman seni dan budaya. Namun sayangnya, kini keberagaman seni dan budaya tersebut mulai terdisrupsi oleh benturan akibat berbagai politisasi. Jika tidak pandai menyiasati, Indonesia malah akan terjebak menjadi arena pertarungan antar ideologi yang tak sejalan dengan jati diri. Padahal, para founding fathers sudah menyepakati Pancasila sebagai ideologi dan way of life bangsa Indonesia.

"Di era disrupsi teknologi dan informasi akibat Revolusi Industri 4.0 ini, pembangunan bangsa menjadi tidak mudah. Perlu penyelarasan berbagai perbedaan yang beranekaragam. Atas dasar hal itulah, upaya memperkuat penelitian, khususnya kualitatif, harus dilakukan. Sehingga bisa menyerap berbagai realitas masyarakat dan memberikan solusi pembangunan yang sejalan dengan cita-cita bangsa dan negara," ujar Bamsoet saat menjadi Keynote Speaker Seminar dan Lokakarya Kualitatif Indonesia 2019, diselenggarakan Universitas Matana bersama Indonesia Qualitative Research Association, di DPR RI, Jakarta, Selasa (19/03/2019).

Selasa, 19 Maret 2019

Gandeng BPJS, RS MMC Surabaya Kampanye Pencegahan Tubercolusis

Poster kampanye pencegahan TBC di RS MMC Surabaya (priyo s/kg)
SURABAYA - Rumah Sakit Manyar Medical Centre (MMC) bekerja dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dan Pemkot Surabaya berkampanye untuk melakukan pencegahan penularan penyakit tubercolusis (TB) hingga tahun 2030 mendatang. 

Demikian penjelasan dr Sari Putri Utami, Kepala Bagian Komunikasi, Informasi dan Pemasaran RS MMC Surabaya, di ruang kerjanya, Selasa (19/3/2019). Dia nenambahkan bahwa kampanye ini merupakan implementasi kesepakatan Indonesia bersama lebih dari 100 negara di dunia yang bertekad untuk mencapai eliminasi pada tahun 2030, seperti ditegaskan oleh Dirjen P2P Anung Sugihantono. 

Proyek Pemukiman Nelayan Diduga Dikorupsi, Relawan DMJ Bentangkan Spanduk di Kementerian PUPR

JAKARTA - Ratusan massa relawan Doakan Jokowi Menang (DJM) melakukan aksi damai, di Kementerian PUPR dan KPK menyuarakan adanya dugaan korupsi pada proyek pembangunan kawasan permukiman nelayan, Tepi Air Kampung Hamadi, Kota Jayapura, Papua. Mereka membentangkan spanduk terpanjang berisi tuntutan para pendemo di depan Gedung Kementerian PUPR.
"Kami meminta Kementerian PUPR melakukan kewajibannya membayarkan ganti-rugi terhadap hak masyarakat adat keluarga besar Suku Ireeuw (Dominggus Irreuw - red),” terang Ketua Umum Relawan DJM, Lisman.
Diterangkannya, Pemerintah seakan lepas tangan dan mengabaikan persoalan ganti rugi terhadap hak-hak rakyat dalam penyelesaian ganti-rugi pembangunan Keramba Kampung Nelayan Hamadi di Kota Jayapura Papua dengan Nilai Kontrak Rp 49.463.700.000.000. “Proyek itu dikerjakan PT. Basuki Rahmanta Putra dengan Konsultan PT. Blantickindo Aneka pada Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Tahun Anggaran 2017 – 2018,” demikian tuntutan Massa aksi Relawan DJM di Kementrian PUPR dan KPK, Senin (18/3/2019).
Semangat Nawacita Jokowi Bersih, Merakyat dan Kerja Nyata, lanjut Lisman, seharusnya bisa diimplementasikan di Kementerian PUPR, terutama di Dirjen Cipta Karya. "Sehingga bisa menyelasaikan persoalan hak-hak rakyat supaya mereka tidak tertindas dan bisa mendapatkan keadilan yang nyata,” seru Lisman.
Sambil membentangkan spanduk terpanjang, para pendemo mengharapkan agar Presiden Jokowi dapat melihat kondisi dan nasib mereka di lokasi pemukiman nelayan di Jayapura. "Ribuan nelayan yang merupakan loyalis dan militansi Jokowi di Papua meminta kepada Presiden Jokowi agar dapat bisa melihat nasib mereka, akibat pembangunan keramba,” tambah Lisman.
Relawan DJM meminta Pemerintah Pusat, terutama Kementrian PUPR agar bisa melakukan musyawarah mufakat terhadap kerugian yang menimpa hak-hak masyarakat adat yang belum diselesaikan sama sekali. “Kemudian hak-hak para nelayan pencari ikan yang terganggu terhadap pembangunan tersebut yang mengakibatkan aktivitas mereka saat ini terganggu,” tutur Lisman.

Menurut para demonstran, pembangunan proyek pemukiman nelayan ini tidak melalui proses yang semestinya. "Apalagi proyek tersebut, kami duga kuat tidak ada kajian amdal, sehingga tidak memperhitungkan dampak sosial, ekonomi dan lingkungan hidup yang ditimbulkan dari proyek tersebut,” urai Lisman lebih lanjut.
Dirinya juga menyampaikan bahwa merupakan suatu ketidakwajaran bahwa nilai proyek yang begitu besar tidak ada pergantian hak-hak masyarakat adat. Diduga kuat proyek tersebut di-mark-up, sebab proyek tersebut dinilai tidak berguna alias menghabis-habiskan uang rakyat saja.
Pihak relawan DJM mengancam akan membawa kasus ini ke Lembaga KPK agar diusut. “Kebetulan saat ini Tim KPK yang ada di Papua sedang sidak beberapa proyek yang sedang masalah,” tukas Lisman lagi. (PR/red)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More