Senin, 05 Februari 2024

Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Peserta Didik

Mengenal Kalimat Imperatif-Persuasif dalam Iklan Siswa Kelas VIII F SMPN 33 Purworejo

 

Disusun oleh  : Listyo Catur Gunawati, S.Pd

No. UKG        : 201501427915

Prodi             : Bahasa Indonesia

LPTK            : Universitas Sebelas Maret

PPG dalam Jabatan Angkatan III

Universitas Sebelas Maret Surakarta, 2024

 

MENYUSUN CERITA PRAKTIK BAIK (BEST PRACTICE) MENGGUNAKAN METODE STAR (SITUASI, TANTANGAN, AKSI, REFLEKSI HASIL DAN DAMPAK) TERKAIT PENGALAMAN MENGATASI PERMASALAHAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN

Lokasi

SMP Negeri 33 Purworejo

Lingkup Pendidikan

Kelas VIII F SMP (Fase D)

Tujuan Pendidikan

Meningkatkan motivasi dan hasil belajar perserta didik kelas VIII F  SMP Negeri 33 Purworejotahun pelajaran 2023/2024 melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning(PBL) dengan Media Powerpoint pada materi Mengenal Kalimat Imperatif dan Persuasif dalam Iklan

Penulis

Listyo Catur Gunawati, S.Pd.

Tanggal

PPL 1 Selasa, 12 Desember 2023

PPL 2 Rabu,  24 Januari 2024

Situasi

Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa Best Practice ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab mahasiswa PPG Daljab.

Permasalahan yang menjadi latar belakang Best Practice ini adalah:

 

1.   Siswa kurang konsentrasi dalam mengikuti pembelajaran

2.   Siswa sering melakukan aktivitas lain saat aktivitas belajar mengajar.

3.   Metode pembelajaran guru menoton

 

Berdasarkan permasalahan di atas, sudah dilakukan eksplorasi penyebab masalah melalui studi literasi dan wawancara dengan kepala sekolah, wakil kepala bidang kurikulum dan guru penggerak, disimpulkan: akar penyebab masalahnya adalah:

Guru belum optimal dalam penggunaan model, metode dan media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan dan motivasi siswa yang masih rendah dalam pembelajaran menganalisis kalimat imperatif dan persuasif pada iklan

Best Practice ini penting untuk dibagikan karena dapat memberikan dampak yang sangat besar dan luar biasadalam proses pembelajaran yaitu:

1.   Guru dapat mengembangkan inovsinya melalui pemilihan model, media dan metode pembelajaran yang tepat

2.   Guru dapat memilih materi pembelajaran yang dapat diaplikasikan dengan model Problem Based Learning/PBL

3.   Guru dapat mengefektifkan waktu

4.   Guru dapat memberikan pembiasaan pemecahanmasalah melalui kelompok diskusi secara heterogen sehingga siswa bisa berkolaborasi

5.   Guru dapat membimbing dan memantau siswa dalam kegiatan diskusi.

6.   Guru dapat mengaktifkan siswa pembelajarankhususnya saat diskusi dalam kelompoknya

Peran dan tanggung jawab saya sebagai mahasiswa PPG dalam Best Practiceini adalah:

Sebagai guru yang harus mampu menjadi fasilitator, motivator, inovatif, variatif dan menarik dalam pembelajaran dengan cara memilih dan memanfaatkan metode serta media belajar yang tepat agar tujuan pembelajaran dapat tercapai sesuai dengan harapan.

 

Tantangan:

Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat?

Tantangan untuk mencapai tujuan:

1.   Guru sudah nyaman menggunakan pembelajaran konvensional

2.   Kemampuan guru dalam mengoperasikan IT masih terbatas

3.   Meski merupakan model pembelajaran yang diandalkan, tapi tak semua materi pembelajaran dapat menerapkan sistem ini.

4.   Waktuyang dibutuhkan dalam menyelesaikan materi pembelajaran, tergolong cukup lama dan tidak sebentar.

5.   kesulitan untuk bisa mengondisikan pemberian tugas, hal ini muncul jika jumlah peserta didik yang ada di dalam kelas terlalu banyak.

 

Pihak Yang Terlibat

Best Practiceini terwujud adanya dukungan dari berbagai pihak sebagai berikut:

1. Perserta didik sebagai obyek dalam proses pembelajaran

2. Guru sebagai fasilitator

3. Dosen pembimbing (Ibu Dra. Ani Rakhmawati, M.A.,Ph.D.) dan guru pamong (Fransiskus Tri Haryatmo, S.S.) sebagai pembimbing dalam proses pembelajaran

4. Kepala sekolah SMP Negeri 33(Muslikhah, S,Pd.) yangtelah memberikan keleluasan dan menyediakan fasilitas yang dibutuhkan

5. Rekan guru yang membantu terlaksananya kegiatan ini.

Aksi:

Langkah- langkah apa yang dilakukan untuk menghadapitantangan tersebut/strategi apa yang digunakan/bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat/apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini

Langkah-langkah yang dilakukan untuk menghadapi tantangan:

Guru mengoptimalkan pembelajaran melalui pemilihan model, media dan metode pembelajaran sesuai kondisi siswa  (model : Problem Based Learning, Metode Diskusi dan tanya jawab, media : LCD (Powerpoint) dan gambar untuk mengatasai banyaknya materi, permasalahan waktu,. keberagaman kemampuan siswa, mengkondisikan kelas

 

Proses Pelaksanaan

Langkah-langkah metode Problem Based Learning yaitu :

1.   Memberikan permasalahan kepada siswa   dimana permasalahan tersebut  berhubungan dengan kehidupan sehari-hari.

2.   Guru mengorganisasikan siswa dalam beberapa kelompok.

3.   Guru membantu siswa mengorganisasikan tugas belajar sesuai dengan masalah.

4.   Siswa mengumpulkan pengetahuan dan melakukan percobaan sesuai dengan pemecahan masalah yang diberikan.

 

5.   Siswa mengembangkan dan menyajikan hasil karya yang berupa suatu program

Sumber daya atau materi yang diperlukan:

1.   Guru harus memiliki pemahaman yang baik tentang penerapan model pembelajaran Problem Based Learning, penggunaan aplikasi untuk pembuatan media, serta alat pendukung lainnya seperti LCD proyektor, kamera, wifi, agar tujuan Best Practice   dapat tercapai

2.   Materi yang diajarkan adalah mengenal kalimat imperatif dan persuasif dalam iklan, disajikan melalui power point

 

Refleksi Hasil dan dampak.

Bagaimana dampak dari aksi dari langkah-langkah yang dilakukan?

Apakah hasilnya efektif/ tidak? Ataukah hasilnya tidak efiktif, mengapa? Bagaimana respon siswa terkait dengan strategi yang dilakukan , apakah yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidak berhasilan dari strategi yang dilakukan?

 

Dampak yang sangat baik dari pelaksanaan Best Practice yaitu:

1.   Model pembelajaran Problem Based Learrning, menjadikan siswa aktif, kreatif dan mandiri. Selain itu siswa dapat berpikir tingkat tinggi (HOT)

2.  Penggunaan media Power Point sangat membantu perserta didik untuk cepat memahami materi yang dipelajari.

 

Penggunaan model dan media tersebut di atas dianggap sangat berhasil dan sangat efektif jika digunakan dalam proses pembelajaran. Hal ini dapat dibuktikan dengan suasana kelas pada saat penulis melakukan praktek, motivasi belajar perserta didik yang mengalami peningkatan rata penilaian formatif mandiri dari 79,47 pada PPL 1 menjadi 86.50 pada ppl 2, hasil belajar siswa melaui tes tertulis dan hasil refleksi di akhir pembelajaran.

Respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan :

1.Respon kepala sekolah dan guru mendukung penuh atas kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan

2. Rekan sejawat sangat positif dan antusias, sehingga mereka juga ingin melaksanakan model pembelajaran inovatif yang telah saya laksanakan karena berdampak besar terhadap motivasi belajar perserta didik.

3. Respon perserta didik sangat positif, mereka sangat menyukai penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dengan media Power Point ini. Hal ini dapat dilihat dari suasana kelas pada saat pembelajaran berlangsung, hasil belajar perserta didik, maupun hasil refleksi yang dilakukan pada akhir pembelajar di mana perserta didik menyatakan bahwa mereka sangat menyukai model pembelajaran ini.

Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM