Jumat, 29 Agustus 2025

Komunitas Arum Dulu Gelar Pengajian dan Doa Lintas Agama

Di Lapangan RT 8 RW 7 Kelurahan Baledono - Purworejo
 
PURWOREJO, KABARJATENG - Dalam rangka memperingati milad pertama sekaligus memaknai Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Maulid Nabi Muhammad SAW, Komunitas Arum Dalu menggelar pengajian serta doa bersama lintas agama di Lapangan RT 8 RW 7 Kelurahan Baledono Kedung Putri, Kecamatan Purworejo Kabupaten Purworejo, Kamis (28/8/2025) malam. Acara berlangsung meriah dan khidmat dengan rangkaian kegiatan mulai dari pembacaan Maulid Al-Barzanji, doa lintas agama yang dipimpin tokoh-tokoh Islam, Hindu, Budha, Kristen hingga Tionghoa, serta ditutup dengan tausiah pengajian oleh Abah Athoillah Asy’ari dari Kalibeber, Wonosobo. 

Semarak acara semakin terasa dengan penampilan musik angklung yang menghibur masyarakat. Koordinator Komunitas Arum Dalu, Danan Jaya, menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari semangat persaudaraan dan keprihatinan melihat maraknya perpecahan di masyarakat. “Malam ini kami mengadakan pengajian dan doa lintas agama sebagai bentuk syukur atas milad pertama Arum Dalu, sekaligus untuk memperingati HUT ke-80 RI dan Maulid Nabi. Arum Dalu ingin menggalang persatuan, karena kita sering melihat di media banyak perpecahan. Maka melalui acara ini kami berusaha mempersatukan semua golongan, semua lintas agama dan komunitas dalam satu wadah kebersamaan,” ungkap Danan. Menurutnya, kegiatan ini juga dihadiri berbagai komunitas dan organisasi, di antaranya Ansor, GPK, Kejawen serta perwakilan umat Hindu, Budha, Kristen dan Tionghoa. 

Arum Dalu merupakan komunitas yang beranggotakan para mantan anak jalanan. Nama Arum Dalu sendiri merupakan akronim dari Ajar Rutin Melu Dalan Lurus, yang berarti istiqomah mencari jalan kebaikan. Nama Arum Dalu diberikan oleh Gus David Kalijambe (Bener, Purworejo) bersama Gus Athoillah (Kalibeber, Wonosobo). 

“Dulu kami duduk di jalan, sekarang waktunya mencari jalan lurus. Itu makna Arum Dalu. Jadi kami punya cerita, kisah dan tujuan yang sama, yaitu bertransformasi dari masa lalu untuk hidup yang lebih baik dan bermanfaat,” jelas Danan. Saat ini, Arum Dalu memiliki sekira 50 anggota aktif di Purworejo dan lebih dari 100 anggota di luar daerah. Meski komunitas sudah terbentuk sejak dua tahun lalu, namun baru satu tahun terakhir aktif menyelenggarakan kegiatan sosial, seperti membantu orang sakit, menyalurkan donasi dari para dermawan, hingga kegiatan kemanusiaan lain. Acara milad perdana ini diharapkan menjadi momentum berharga untuk menguatkan persatuan lintas agama dan lintas komunitas. “Harapan kami, kegiatan seperti ini bisa berlanjut dan menjadi inspirasi bagi komunitas-komunitas lain untuk terus mempersatukan semua golongan dan etnis dalam satu kesatuan,” tambah Danan. 

Sementara itu, Sutadi yang hadir mewakili Lurah Baledono menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini. “Kami dari pemerintah kelurahan tentu mendukung. Semoga warga bisa mengambil hikmah dari tausiah yang disampaikan, dan acara ini memberi manfaat bagi kerukunan bersama,” ucapnya. Selain memberikan dukungan moral, Sutadi juga menyampaikan pesan dari Lurah Baledono terkait kewajiban warga dalam membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). “Saat ini realisasi pembayaran PBB baru mencapai 40 persen. Maka kami mengimbau warga agar segera menunaikan kewajibannya. Dana dari PBB ini nantinya kembali ke masyarakat melalui pembangunan, termasuk rencana pembangunan jalan setapak di wilayah Baledono,” tuturnya. Pengajian dan doa lintas agama yang digelar Arum Dalu ini bukan hanya menjadi perayaan milad semata, melainkan juga menjadi simbol perekat kerukunan dan toleransi di Purworejo. Melalui kegiatan yang sederhana namun penuh makna, Arum Dalu ingin menunjukkan bahwa perbedaan agama, etnis, maupun latar belakang tidak menjadi penghalang untuk bersatu demi kebaikan bersama. (*/kj)

Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM