Semarak acara semakin terasa dengan penampilan musik angklung yang menghibur masyarakat. Koordinator Komunitas Arum Dalu, Danan Jaya, menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari semangat persaudaraan dan keprihatinan melihat maraknya perpecahan di masyarakat. “Malam ini kami mengadakan pengajian dan doa lintas agama sebagai bentuk syukur atas milad pertama Arum Dalu, sekaligus untuk memperingati HUT ke-80 RI dan Maulid Nabi. Arum Dalu ingin menggalang persatuan, karena kita sering melihat di media banyak perpecahan. Maka melalui acara ini kami berusaha mempersatukan semua golongan, semua lintas agama dan komunitas dalam satu wadah kebersamaan,” ungkap Danan. Menurutnya, kegiatan ini juga dihadiri berbagai komunitas dan organisasi, di antaranya Ansor, GPK, Kejawen serta perwakilan umat Hindu, Budha, Kristen dan Tionghoa.
“Dulu kami duduk di jalan, sekarang waktunya mencari jalan lurus. Itu makna Arum Dalu. Jadi kami punya cerita, kisah dan tujuan yang sama, yaitu bertransformasi dari masa lalu untuk hidup yang lebih baik dan bermanfaat,” jelas Danan. Saat ini, Arum Dalu memiliki sekira 50 anggota aktif di Purworejo dan lebih dari 100 anggota di luar daerah. Meski komunitas sudah terbentuk sejak dua tahun lalu, namun baru satu tahun terakhir aktif menyelenggarakan kegiatan sosial, seperti membantu orang sakit, menyalurkan donasi dari para dermawan, hingga kegiatan kemanusiaan lain. Acara milad perdana ini diharapkan menjadi momentum berharga untuk menguatkan persatuan lintas agama dan lintas komunitas. “Harapan kami, kegiatan seperti ini bisa berlanjut dan menjadi inspirasi bagi komunitas-komunitas lain untuk terus mempersatukan semua golongan dan etnis dalam satu kesatuan,” tambah Danan.
Sementara itu, Sutadi yang hadir mewakili Lurah Baledono menyampaikan
apresiasi atas terselenggaranya acara ini.
“Kami dari pemerintah kelurahan tentu mendukung. Semoga warga bisa
mengambil hikmah dari tausiah yang disampaikan, dan acara ini memberi
manfaat bagi kerukunan bersama,” ucapnya.
Selain memberikan dukungan moral, Sutadi juga menyampaikan pesan dari
Lurah Baledono terkait kewajiban warga dalam membayar Pajak Bumi dan
Bangunan (PBB).
“Saat ini realisasi pembayaran PBB baru mencapai 40 persen. Maka kami
mengimbau warga agar segera menunaikan kewajibannya. Dana dari PBB ini
nantinya kembali ke masyarakat melalui pembangunan, termasuk
rencana pembangunan jalan setapak di wilayah Baledono,” tuturnya.
Pengajian dan doa lintas agama yang digelar Arum Dalu ini bukan hanya
menjadi perayaan milad semata, melainkan juga menjadi simbol perekat
kerukunan dan toleransi di Purworejo. Melalui kegiatan yang sederhana
namun penuh makna, Arum Dalu ingin menunjukkan bahwa perbedaan agama,
etnis, maupun latar belakang tidak menjadi penghalang untuk bersatu demi
kebaikan bersama. (*/kj)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar