Sabtu, 02 Desember 2023

Berikut Ini Simulasi Layanan Alat Bantu Terpadu

Gelaran Pokja Pemenuhan Alat Bantu Kabupaten Purworejo

PURWOREJO, KABARJATENG.CO.ID – Pada Rabu 29 November 202 telah digelar simulasi layanan terpadu pemenuhan alat bantu bagi penyandang disabilitas dan lansia. Kegiatan diselenggarakan dua hari di Gedung Bima RSUD dr Tjitrowardojo, Purworejo, 29 - 30 November 2023.

Kegiatan ini melibatkan 160 calon penerima manfaat penyandang disabilitas dan lansia di wilayah Kabupaten Purworejo. Turut terlibat pula dalam kegiatan ini, Dinas Sosial Kabupaten Purworejo, Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo, DP3APMD Kabupaten Purworejo, RSUD dr Tjitrowardojo, Pusat Rehabilitasi YAKKUM dan organisasi penyandang disabilitas dan organisasi lansia.

Seremonial simulasi layanan terpadu pemenuhan alat bantu ini, disambut Direktur Pusat Rehabilitasi YAKKUM Chatarina Sari SE, Direktur RSUD dr Tjitriwardojo dr Tolkha Amaruddin Sp THT-KL MKes, Ketua Tim Kerja Kesehatan Kelompok Rentan Dit UPL Kemenkes RI dr Astuti MKKK dan Kepala Dinas Sosial Purworejo selaku Ketua Kelompok Kerja Pemenuhan Alat Bantu Kabupaten Purworejo Ahmad Jainudin SIP.

Komitmen Pemkab Purworejo dalam memastikan tidak tertinggalnya penyandang disabilitas dan lansia dalam pembangunan, ditunjukkan melalui Perda Kabupaten Purworejo nomor 8 tahun 2018 tentang Pelindungan dan Pemenuhan Hal-hak Penyandang Disabilitas dan Perda Kabupaten Purworejo nomor 6 tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Lanjut Usia.

Kebijakan tersebut sangat mendukung upaya pemerintah dalam memastikan program - program tetap berpihak terhadap penyandang disabilitas dan lansia. Saat ini, Pemkab Purworejo bersama Pusat Rehabilitasi YAKKUM melalui proyek pemenuhan layanan alat bantu penyandang disabilitas dan lansia yang didukung  HelpAge Internasional sudah menginisiasi adanya alur dan mekanisme layanan alat bantu.

Inisiasi ini dilakukan oleh Kelompok Kerja Pemenuhan Alat Bantu yang terdiri dari unsur pemerintah, lembaga sosial, organisasi penyandang disabilitas dan lansia. Kelompok kerja saat ini sudah memiliki  rancangan mekanisme layanan alat bantu berdasarkan hasil pembelajaran Jaminan Kesehatan Khusus Terpadu yang dilaksanakan oleh  Bapeljamkesos DIY.

Ahmad Jainudin
Sebagai langkah konkret, Kelompok Kerja Pemenuhan Alat Bantu Kabupaten Purworejo melaksanakan simulasi layanan alat bantu bagi calon penerima manfaat yang membutuhkan alat bantu. Simulasi alur dan mekanisme layanan yang dikembangkan, disertai juga dengan penyediaan alat bantu sesuai dengan yang dibutuhkan. Simulasi ini menjadi satu pembelajaran mengenai alur layanan yang sesuai dengan potensi di Purworejo. Selain itu, dengan adanya simulasi ini juga dapat memberikan manfaat bagi calon penerima manfaat untuk mendapatkan alat bantu yang sesuai dengan kebutuhan.

“Apresiasi  terhadap Pemkab Purworejo yang berkomitmen tinggi memastikan tidak tertinggalnya penyandang disabilitas dan lansia dalam pembangunan ditunjukkan melalui Perda nomor 8 tahun 2018 dan Perda nomor 6 tahun 2020. Kebijakan tersebut sangat mendukung upaya pemerintah dalam memastikan keberpihakan terhadap penyandang disabilitas dan lansia melalui berbagai program yang dicanangkan dan diimplementasikan di Kabupaten Purworejo ini,” ungkap Direktur Pusat Rehabilitasi YAKKUM  Chatarina Sari.

“Terimakasih untuk semua dukungan, kolaborasi dan sinergi dari semua stakeholder yang terbangun dalam simulasi layanan alat bantu ini. Kiranya kerja-kerja kolaboratif ini akan terus berlanjut dan terus berinovasi serta dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap para penyandang disabilitas dan lansia,” harap Chatarina Sari.

Sementara Direktur RSUD dr Tjitrowardojo dr Tolkha Amaruddin menyebut, ini adalah bentuk kolaborasi dari berbagai pihak dan tentunya dipelopori oleh Pusat Rehabilitasi YAKKUM.

“Terima kasih kepada Pusat Rehabilitasi YAKKUM karena kegiatan ini menjadi titik awal agar kita semakin peduli terhadap disabilitas. Harapan ke depan kita, penyandang disabilitas bisa lebih mandiri dan membantu kita bersama dalam pembangunan masyarakat yang berdaya saing,” kata Tolkha Amaruddin.

“Kami sangat mengapresiasi inisasi dari Pemkab Purwerjo bekerja sama dengan YAKKUM dalam membentuk kelompok kerja pemenuhan alat bantu bagi penyandang disabilitas, semoga dengan dibentuknya Pokja ini akan memudahkan penyandang disabilitas dalam mendapatkan pelayanan kesehatan, mendapatkan diagnosis pasti, mendapatkan rekomendasi alat bantu yang adaptif, serta tentunya pada akhirnya mendapat alat bantu yang paling sesuai untuk kebutuhan mereka,” timpal Ketua Tim Kerja Kesehatan Kelompok Rentan Dit UPL Kemenkes RI dr Astuti  MKKK.

“Pembelajaran Kabupaten Purworejo besama YAKKUM ini akan kami bawa ke tingkat pusat untuk dapat diadvokasikan dengan Kementerian/Lembaga terkait agar dapat direplikasi dan menjadi standar alur, kerja sama, penyediaan dan pendistribusian alat bantu bagi penyandang disabilitas,” imbuh Astuti.

Sedangkan kepala Dinas Sosial Kabupaten Purwoejo Ahmad Jainudin mengatakan, ini merupakan inisiasi dan inovasi yang berangkat dari keprihatinan bersama. “Tidak semua penyandang disabilitas bisa mengakses informasi, alur dan prosedur, anggaran bantuan sosial. Berangkat dari sini, Pemkab. Purworejo kembali menekan dan bersama-sama memenuhi hak penyandang disabilitas yang didukung oleh YAKKUM. Hari ini adalah simulasi on practice. Mulai dari input, proses dan outputnya. Hasil akhirnya mereka akan dapat alat bantu,” tutup Ahmad Jainudin. (*/kj)

 

 

Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM